Lamusa Bahari, Inovasi Mahasiswa ITS untuk Bantu Penerangan Nelayan di Laut
Tim langit 7
Kamis, 07 November 2024 - 10:05 WIB
Tim Lamusa ITS bersama para nelayan Desa Paciran, Lamongan saat peninjauan perahu untuk persiapan instalasi dan pengenalan Lamusa Bahari
Tim Lampu Nusantara (Lamusa) asal Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) hadirkan produk inovatif untuk menunjang produktivitas kerja nelayan. Tim riset unggulan ITS ini mengimplementasikan lampu LED permukaan hemat energi untuk membantu penerangan kapal purse seine bertajuk Lamusa Bahari.
Ketua tim Lamusa Iwan Cony Setiadi ST MT menjelaskan, kapal purse seine merupakan kapal nelayan yang dilengkapi dengan alat tangkap ikan pelagis, yakni spesies ikan yang hidup bergerombol di dekat permukaan air.
Dalam pengoperasiannya, cahaya menjadi alat bantu utama nelayan untuk menarik perhatian gerombolan ikan. “Sayangnya, lampu yang digunakan nelayan boros energi sehingga konsumsi energi secara ekonomi masih belum optimal,” ungkap dosen Departemen Teknik Fisika ITS tersebut.
Baca juga:Sri Fatmawati, Dosen Berhijab dari ITS Masuk Top 100 Asian Scientist 2024
Untuk mengatasi permasalahan ini, Iwan bersama timnya menghadirkan Lamusa Bahari sebagai solusi penerangan yang telah disesuaikan dengan kondisi eksisting nelayan saat ini.
Iwan menerangkan, Lamusa Bahari merupakan produk lampu berbasis LED dan aluminium yang memiliki efisiensi tinggi dengan penghematan sebesar 40 hingga 50 persen. Lampu ini memiliki umur pakai lebih panjang yang mencapai 50 ribu jam pemakaian.
Dibuat dengan material marine grade, lampu ini dapat digunakan secara fleksibel oleh nelayan dan dapat ditempatkan di seluruh bagian kapal. Pengaturan intensitas cahaya pada lampu ini pun dapat diatur dan bisa melakukan dimming atau pengaturan peredupan LED untuk menghemat daya serta efisiensi energi.
Ketua tim Lamusa Iwan Cony Setiadi ST MT menjelaskan, kapal purse seine merupakan kapal nelayan yang dilengkapi dengan alat tangkap ikan pelagis, yakni spesies ikan yang hidup bergerombol di dekat permukaan air.
Dalam pengoperasiannya, cahaya menjadi alat bantu utama nelayan untuk menarik perhatian gerombolan ikan. “Sayangnya, lampu yang digunakan nelayan boros energi sehingga konsumsi energi secara ekonomi masih belum optimal,” ungkap dosen Departemen Teknik Fisika ITS tersebut.
Baca juga:Sri Fatmawati, Dosen Berhijab dari ITS Masuk Top 100 Asian Scientist 2024
Untuk mengatasi permasalahan ini, Iwan bersama timnya menghadirkan Lamusa Bahari sebagai solusi penerangan yang telah disesuaikan dengan kondisi eksisting nelayan saat ini.
Iwan menerangkan, Lamusa Bahari merupakan produk lampu berbasis LED dan aluminium yang memiliki efisiensi tinggi dengan penghematan sebesar 40 hingga 50 persen. Lampu ini memiliki umur pakai lebih panjang yang mencapai 50 ribu jam pemakaian.
Dibuat dengan material marine grade, lampu ini dapat digunakan secara fleksibel oleh nelayan dan dapat ditempatkan di seluruh bagian kapal. Pengaturan intensitas cahaya pada lampu ini pun dapat diatur dan bisa melakukan dimming atau pengaturan peredupan LED untuk menghemat daya serta efisiensi energi.