Trump Kembali Berkuasa, Pemimpin Houthi: Dia Akan Gagal Lagi
Nabil
Jum'at, 08 November 2024 - 06:58 WIB
Trump Kembali Berkuasa, Pemimpin Houthi: Dia Akan Gagal Lagi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Pemimpin kelompok Houthi Yaman melancarkan kritik keras kepada Donald Trump atas dukungannya terhadap Israel pada Kamis. Abdul Malik al-Houthi menegaskan bahwa presiden AS terpilih ini akan gagal mengakhiri konflik di Timur Tengah dalam masa jabatan keduanya.
Abdul Malik al-Houthi, yang kelompoknya berafiliasi dengan Iran, menyatakan bahwa serangkaian kesepakatan normalisasi antara negara-negara Arab dan Israel yang dimediasi oleh pemerintahan Trump selama masa jabatan pertamanya tidak membantu menyelesaikan konflik yang berkepanjangan ini.
Baca juga: Untuk informasi terbaru mengenai konflik di timur tengah, kunjungi halaman ini.
"Trump gagal dalam proyek 'kesepakatan abad' meski dengan segala kesombongan, keangkuhan, kecerobohan, dan sikap tirani yang dia miliki. Dan dia akan gagal lagi kali ini," tegas Houthi dalam pidato mingguannya.
Kandidat Republik Trump mengalahkan Wakil Presiden Demokrat Kamala Harris dalam pemilihan Selasa lalu dan akan mulai menjabat pada Januari mendatang, kembali ke Gedung Putih setelah empat tahun absen.
Kemenangan Trump terjadi saat Timur Tengah sedang bergejolak pasca pecahnya perang Gaza pada Oktober 2023, yang dipicu oleh serangan besar-besaran kelompok militan Palestina Hamas yang didukung Iran ke Israel.
Kelompok Houthi telah melakukan serangan terhadap kapal-kapal dagang di Laut Merah dan Teluk Aden, serta menembakkan rudal ke Israel sebagai bentuk solidaritas dengan Hamas.
Abdul Malik al-Houthi, yang kelompoknya berafiliasi dengan Iran, menyatakan bahwa serangkaian kesepakatan normalisasi antara negara-negara Arab dan Israel yang dimediasi oleh pemerintahan Trump selama masa jabatan pertamanya tidak membantu menyelesaikan konflik yang berkepanjangan ini.
Baca juga: Untuk informasi terbaru mengenai konflik di timur tengah, kunjungi halaman ini.
"Trump gagal dalam proyek 'kesepakatan abad' meski dengan segala kesombongan, keangkuhan, kecerobohan, dan sikap tirani yang dia miliki. Dan dia akan gagal lagi kali ini," tegas Houthi dalam pidato mingguannya.
Kandidat Republik Trump mengalahkan Wakil Presiden Demokrat Kamala Harris dalam pemilihan Selasa lalu dan akan mulai menjabat pada Januari mendatang, kembali ke Gedung Putih setelah empat tahun absen.
Kemenangan Trump terjadi saat Timur Tengah sedang bergejolak pasca pecahnya perang Gaza pada Oktober 2023, yang dipicu oleh serangan besar-besaran kelompok militan Palestina Hamas yang didukung Iran ke Israel.
Kelompok Houthi telah melakukan serangan terhadap kapal-kapal dagang di Laut Merah dan Teluk Aden, serta menembakkan rudal ke Israel sebagai bentuk solidaritas dengan Hamas.