UEFA Biarkan PSG Bebas Sanksi Terkait Aksi Banner Palestina di Liga Champions
Nabil
Jum'at, 08 November 2024 - 07:30 WIB
UEFA Biarkan PSG Bebas Sanksi Terkait Aksi Banner Palestina di Liga Champions
LANGIT7.ID-, Jakarta- - PSG berhasil lolos dari sanksi UEFA setelah suporter mereka membentangkan spanduk raksasa bertuliskan "Bebaskan Palestina" sebelum kick-off pertandingan Liga Champions melawan Atletico Madrid pada Rabu lalu. Juru bicara UEFA menegaskan PSG tidak akan menghadapi proses disiplin karena UEFA hanya melarang pesan politik yang dianggap menghina atau provokatif.
PSG dalam pernyataannya menyatakan tidak mengetahui rencana penampilan pesan tersebut. "Paris Saint-Germain mengingatkan bahwa Parc des Princes adalah tempat berkumpul untuk berbagi hasrat sepakbola dan dengan tegas menentang pesan politik apapun di stadion," tegas klub dalam pernyataan resmi.
Baca juga: Menakjubkan! Ultras PSG Ciptakan Maha Karya Spanduk Palestina di Liga Champions
Menteri Dalam Negeri Prancis Bruno Retailleau menyebut aksi tersebut "tidak dapat diterima". Saat ditanya soal kemungkinan sanksi untuk PSG, Retailleau mengatakan kepada Radio Sud: "Saya tidak menutup kemungkinan apapun. Saya akan meminta penjelasan dari PSG."
Presiden Federasi Sepakbola Prancis (FFF), Philippe Diallo, dipanggil untuk menghadiri pertemuan pada Jumat pukul 09.00 GMT di kementerian dalam negeri. Sumber internal menyebutkan FFF belum mengkonfirmasi kehadirannya. Perlu dicatat bahwa FFF tidak memiliki wewenang atas kompetisi klub Eropa.
Kelompok ultras PSG dari tribun Auteuil Kop menampilkan spanduk besar "Bebaskan Palestina" sebelum laga Liga Champions melawan Atletico Madrid, delapan hari menjelang Prancis menjamu Israel di Paris dalam laga Nations League. Di bawah spanduk tertulis pesan "Perang di lapangan, tapi damai di dunia."
Selama pertandingan, mereka juga membentangkan pesan lain berbunyi: "Apakah nyawa anak-anak di Gaza tidak berharga?" Aksi ini terjadi saat Israel melanjutkan operasi militer di Gaza yang telah menewaskan sekitar 43.400 warga Palestina sejak 7 Oktober 2023, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza. Konflik pecah setelah serangan Hamas ke Israel selatan yang menewaskan sekitar 1.200 orang.
PSG dalam pernyataannya menyatakan tidak mengetahui rencana penampilan pesan tersebut. "Paris Saint-Germain mengingatkan bahwa Parc des Princes adalah tempat berkumpul untuk berbagi hasrat sepakbola dan dengan tegas menentang pesan politik apapun di stadion," tegas klub dalam pernyataan resmi.
Baca juga: Menakjubkan! Ultras PSG Ciptakan Maha Karya Spanduk Palestina di Liga Champions
Menteri Dalam Negeri Prancis Bruno Retailleau menyebut aksi tersebut "tidak dapat diterima". Saat ditanya soal kemungkinan sanksi untuk PSG, Retailleau mengatakan kepada Radio Sud: "Saya tidak menutup kemungkinan apapun. Saya akan meminta penjelasan dari PSG."
Presiden Federasi Sepakbola Prancis (FFF), Philippe Diallo, dipanggil untuk menghadiri pertemuan pada Jumat pukul 09.00 GMT di kementerian dalam negeri. Sumber internal menyebutkan FFF belum mengkonfirmasi kehadirannya. Perlu dicatat bahwa FFF tidak memiliki wewenang atas kompetisi klub Eropa.
Kelompok ultras PSG dari tribun Auteuil Kop menampilkan spanduk besar "Bebaskan Palestina" sebelum laga Liga Champions melawan Atletico Madrid, delapan hari menjelang Prancis menjamu Israel di Paris dalam laga Nations League. Di bawah spanduk tertulis pesan "Perang di lapangan, tapi damai di dunia."
Selama pertandingan, mereka juga membentangkan pesan lain berbunyi: "Apakah nyawa anak-anak di Gaza tidak berharga?" Aksi ini terjadi saat Israel melanjutkan operasi militer di Gaza yang telah menewaskan sekitar 43.400 warga Palestina sejak 7 Oktober 2023, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza. Konflik pecah setelah serangan Hamas ke Israel selatan yang menewaskan sekitar 1.200 orang.