Akademisi Internasional Kunjungi Menara Kudus, Saksikan Akulturasi Islam dan Budaya Lokal
Tim langit 7
Jum'at, 08 November 2024 - 14:00 WIB
Peserta Konferensi Humanitarian Islam kunjungi Menara Kudus untuk menyaksikan akulturasi Islam dan budaya lokal.
Konferensi Internasional Humanitarian Islam yang diadakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) salah satu agendanya kunjungan ke beberapa situs bersejarah di Kudus, Kamis (7/11/2024).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian acara yang bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai kemanusiaan dalam Islam yang mengedepankan toleransi dan akulturasi budaya.
Pertama, para peserta diajak untuk mengunjungi rumah adat khas Kudus yang telah berusia ratusan tahun. Setelah itu, melanjutkan kunjungan ke makam Sunan Kudus, pendiri Masjid dan Menara Kudus, serta ke makam Kiai Haji Raden Asnawi, salah satu tokoh pendiri NU.
Dari makam Sunan Kudus, peserta juga berkesempatan melihat Menara Kudus serta area makam yang memiliki nilai sejarah penting bagi masyarakat setempat.
Ketua Panitia Konferensi Internasional Humanitarian Islam Ahmad Ginanjar Syaban menekankan pentingnya perjalanan ini bagi para peserta yang berasal dari berbagai negara.
Menurutnya, kunjungan ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk memahami bagaimana Islam dapat menyebar dengan tetap menghargai budaya lokal, menciptakan harmoni melalui akulturasi dan dialog.
"Para peserta sangat antusias melihat bagaimana Islam tersebar di Jawa melalui proses akulturasi, dialog antarbudaya, dan antaragama yang halus dan kaya makna.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian acara yang bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai kemanusiaan dalam Islam yang mengedepankan toleransi dan akulturasi budaya.
Pertama, para peserta diajak untuk mengunjungi rumah adat khas Kudus yang telah berusia ratusan tahun. Setelah itu, melanjutkan kunjungan ke makam Sunan Kudus, pendiri Masjid dan Menara Kudus, serta ke makam Kiai Haji Raden Asnawi, salah satu tokoh pendiri NU.
Dari makam Sunan Kudus, peserta juga berkesempatan melihat Menara Kudus serta area makam yang memiliki nilai sejarah penting bagi masyarakat setempat.
Ketua Panitia Konferensi Internasional Humanitarian Islam Ahmad Ginanjar Syaban menekankan pentingnya perjalanan ini bagi para peserta yang berasal dari berbagai negara.
Menurutnya, kunjungan ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk memahami bagaimana Islam dapat menyebar dengan tetap menghargai budaya lokal, menciptakan harmoni melalui akulturasi dan dialog.
"Para peserta sangat antusias melihat bagaimana Islam tersebar di Jawa melalui proses akulturasi, dialog antarbudaya, dan antaragama yang halus dan kaya makna.