NU Jatim: Resolusi Jihad Mendatang adalah Resolusi Jihad Data Digital
Tim langit 7
Sabtu, 09 November 2024 - 04:00 WIB
Suasana kegiatan Diskusi Buku dan Sarasehan #NUDigdaya di Kantor PWNU Jatim, Jumat (8/11/2024).Foto/ist
Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur H Hakim Jayli menegaskan, Resolusi Jihad NU 22 Oktober 1945 perlu digelorakan kembali sesuai kondisi terkini adalah Resolusi Jihad berupa Resolusi Jihad Data Digital.
"Kondisi terkini yang dihadapi NU sudah sangat berubah karena masyarakat sudah 60 persen kelas menengah, generasi digital, dan masyarakat kota atau urban," katanya dalam Diskusi Buku dan Sarasehan #NUDigdaya di Kantor PWNU Jatim, Jumat (8/11/2024).
Dalam diskusi buku bertema "Nahdlatul Ulama, Transformasi Digital dan Peradaban Data" yang dibuka Sekretaris PWNU Jatim DR Ir H Muhammad Faqih itu, pimpinan TV9 NU itu menjelaskan NU harus menyesuaikan dengan kondisi terkini jika NU tidak mau ditinggalkan masyarakat.
"Solusi kedepan, NU harus 'friendly' dengan generasi milenial atau digital, kelompok kelas menengah dan juga fokus ke masyarakat kota atau urban, meski tidak meninggalkan desa dan generasi tua, jadi Resolusi Jihad NU kedepan itu Resolusi Jihad Data Digital," katanya.
Baca juga:Pilkada 2024 Tinggal Menghitung Hari, Muhammadiyah Ingatkan Ukhuwah Islamiyah dan Wathaniyah
Sementara itu, penulis buku "In Bed with Data, Peradaban Data, Riset, dan Masa Depan Manusia" yang juga Ketua PBNU Hasanuddin Ali mengaku selama 25 tahun menjadi periset (2000-2024) telah meyakini bahwa masa depan akan berbasis algoritma atau bersumber data.
"Karena itu, saya sudah meyakini bahwa driver peradaban itu sains dan teknologi yang juga termasuk data di dalamnya, karena itu penguasaan data ke depan itu sudah fardlu ain (kewajiban individu) agar tidak salah," kata periset 'Alvara Research' itu.
"Kondisi terkini yang dihadapi NU sudah sangat berubah karena masyarakat sudah 60 persen kelas menengah, generasi digital, dan masyarakat kota atau urban," katanya dalam Diskusi Buku dan Sarasehan #NUDigdaya di Kantor PWNU Jatim, Jumat (8/11/2024).
Dalam diskusi buku bertema "Nahdlatul Ulama, Transformasi Digital dan Peradaban Data" yang dibuka Sekretaris PWNU Jatim DR Ir H Muhammad Faqih itu, pimpinan TV9 NU itu menjelaskan NU harus menyesuaikan dengan kondisi terkini jika NU tidak mau ditinggalkan masyarakat.
"Solusi kedepan, NU harus 'friendly' dengan generasi milenial atau digital, kelompok kelas menengah dan juga fokus ke masyarakat kota atau urban, meski tidak meninggalkan desa dan generasi tua, jadi Resolusi Jihad NU kedepan itu Resolusi Jihad Data Digital," katanya.
Baca juga:Pilkada 2024 Tinggal Menghitung Hari, Muhammadiyah Ingatkan Ukhuwah Islamiyah dan Wathaniyah
Sementara itu, penulis buku "In Bed with Data, Peradaban Data, Riset, dan Masa Depan Manusia" yang juga Ketua PBNU Hasanuddin Ali mengaku selama 25 tahun menjadi periset (2000-2024) telah meyakini bahwa masa depan akan berbasis algoritma atau bersumber data.
"Karena itu, saya sudah meyakini bahwa driver peradaban itu sains dan teknologi yang juga termasuk data di dalamnya, karena itu penguasaan data ke depan itu sudah fardlu ain (kewajiban individu) agar tidak salah," kata periset 'Alvara Research' itu.