Luar Biasa! Mahasiswa ITS Inovasikan Sumber Energi dari Bakteri Limbah
Tim langit 7
Sabtu, 09 November 2024 - 10:18 WIB
Hasil penelitian tim Gasoileum ITS yang menunjukkan bahwa bakteri Pseudomonas Aeruginosa mampu menghasilkan energi listrik sebesar 21 watt
Semakin tingginya kebutuhan listrik rumah tangga menyebabkan perlu adanya inovasi sumber energi terbarukan sebagai substitusi energi fosil yang kian menipis.
Berangkat dari permasalahan ini, tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pun menciptakan sumber energi ramah lingkungan dari bakteri limbah lumpur minyak.
Ketua Tim Gasoileum ITS Ramadhita Putra Purnomo menerangkan, oil sludge atau lumpur minyak merupakan salah satu limbah yang dihasilkan dari proses pengolahan maupun penyimpanan minyak mentah.
Apabila limbah tersebut akan dibuang, perlu adanya perlakukan khusus agar limbah tidak mencemari lingkungan dan tidak jarang pula membutuhkan bantuan pihak ketiga untuk mengelolanya. “Biaya yang digunakan untuk melibatkan pihak ketiga juga tidaklah sedikit,” jelas pemuda yang biasa disapa Rama ini.
Baca juga:Lamusa Bahari, Inovasi Mahasiswa ITS untuk Bantu Penerangan Nelayan di Laut
Dengan latar belakang tersebut, Rama bersama rekannya Bryllian Michael Haholongan Kendek pun mencari jalan keluar agar perusahaan di industri minyak dan gas dapat menghemat biaya operasional dari pengelolaan limbah.
Akhirnya, ditelitilah limbah lumpur minyak tersebut dan ditemukan adanya bakteri Pseudomonas Aeruginosa sebagai microbial fuel cell (MFC) yang berpotensi untuk menghasilkan energi listrik dari elektron hasil penguraian glukosa nutrien oleh bakteri.
Berangkat dari permasalahan ini, tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pun menciptakan sumber energi ramah lingkungan dari bakteri limbah lumpur minyak.
Ketua Tim Gasoileum ITS Ramadhita Putra Purnomo menerangkan, oil sludge atau lumpur minyak merupakan salah satu limbah yang dihasilkan dari proses pengolahan maupun penyimpanan minyak mentah.
Apabila limbah tersebut akan dibuang, perlu adanya perlakukan khusus agar limbah tidak mencemari lingkungan dan tidak jarang pula membutuhkan bantuan pihak ketiga untuk mengelolanya. “Biaya yang digunakan untuk melibatkan pihak ketiga juga tidaklah sedikit,” jelas pemuda yang biasa disapa Rama ini.
Baca juga:Lamusa Bahari, Inovasi Mahasiswa ITS untuk Bantu Penerangan Nelayan di Laut
Dengan latar belakang tersebut, Rama bersama rekannya Bryllian Michael Haholongan Kendek pun mencari jalan keluar agar perusahaan di industri minyak dan gas dapat menghemat biaya operasional dari pengelolaan limbah.
Akhirnya, ditelitilah limbah lumpur minyak tersebut dan ditemukan adanya bakteri Pseudomonas Aeruginosa sebagai microbial fuel cell (MFC) yang berpotensi untuk menghasilkan energi listrik dari elektron hasil penguraian glukosa nutrien oleh bakteri.