home global news

Pertama dalam Sejarah, Palestina Jadi Isu Krusial Politik Domestik AS

Selasa, 12 November 2024 - 06:02 WIB
Pertama dalam Sejarah, Palestina Jadi Isu Krusial Politik Domestik AS
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Pemilih Arab dan Muslim Amerika tidak menggeser Demokrat dari kursi kekuasaan, atau membuat Kamala Harris kehilangan Gedung Putih. Pemilu pekan lalu hanya mengirimkan pesan kuat bahwa Palestina menjadi isu penting, tidak hanya bagi warga Arab dan Muslim tetapi juga bagi banyak warga Amerika lainnya.

Partai Demokrat sendirilah yang menyebabkan kekalahan mereka. Kekalahan memalukan mereka pada 5 November sebagian besar disebabkan oleh peran mereka yang tidak terbantahkan dalam perang Israel di Gaza.

Peter Beinart dalam opininya di The New York Times berjudul "Demokrat Mengabaikan Gaza dan Menghancurkan Partai Mereka" menulis: "Pembantaian dan kelaparan warga Palestina oleh Israel - yang didanai pembayar pajak AS dan disiarkan langsung di media sosial - telah memicu salah satu gelombang aktivisme progresif terbesar dalam satu generasi." Beinart dengan tepat menunjukkan bahwa inti dari aktivisme ini adalah "warga kulit hitam Amerika dan kaum muda."

Baca juga: Kelaparan Mengancam Gaza, Israel Masih Keras Kepala

Tidak dapat dipungkiri, untuk pertama kalinya dalam sejarah pemilu AS, Palestina telah menjadi isu politik domestik Amerika - sebuah realisasi mimpi buruk bagi mereka yang bekerja keras untuk mempertahankan kebijakan luar negeri AS di Timur Tengah sebagai domain eksklusif Israel.

Selain pemilih Arab, pemilih kulit hitam dan kelompok minoritas lain yang memprioritaskan Palestina, banyak warga Amerika kulit putih juga merasakan hal yang sama. Klaim ini sangat penting, karena menunjukkan bahwa pemilih Amerika menantang paradigma politik identitas dan sekarang berpikir seputar perjuangan, nilai, dan moralitas bersama.

"Demokrat mungkin tidak lagi dapat mengandalkan pemilih muda untuk meningkatkan jumlah suara, karena Harris tampaknya akan mendapat dukungan terendah di antara pemilih berusia 18-29 tahun di abad ini," lapor media Inggris Independent. Mengetahui dukungan yang relatif kuat untuk Palestina di kalangan warga Amerika muda, politisi AS memiliki banyak hal yang harus dikhawatirkan dalam pemilihan mendatang.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya