KH Lutfi Tetap Jadi Guru SD meski Dosen Pascasarjana di 10 Universitas
Muhajirin
Ahad, 11 Juli 2021 - 23:53 WIB
KH Dr Ahmad Lutfi Fathullah. Foto: Youtube
Ketua Baznas DKI Jakarta KH Dr Luthfi Fathullah wafat pukul 18.22 WIB, Ahad, 11 Juli 2021. Kiai Luthfi yang juga Ketua Dewan Pengawas Yayasan Al-Fahmu Internasional Indonesia itu dikenal sebagai pakar hadits di Indonesia.
Dia adalah jebolan dari tiga universitas beda negara. Program S1-nya selesai di Damascus University, lalu S2 di Jordan University, dan S3 di University Kebangsaan Malaysia. Tempat mengajarnya sebagai dosen pascasarjana berjejer hingga 10 perguruan tinggi. Mulai dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Islam Negeri Jakarta, Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta, hingga University Kebangsaan Malaysia.
Meski tercatat sebagai dosen di sejumlah universitas, KH Luthfi tetap menyandang profesi sebagai guru SD dan SMPIT al-Mughni Jakarta. Di Perguruan Islam al-Mughni Jakarta, dia juga menjabat sebagai direktur.
Kecintaannya pada ilmu hadits dan untuk meningkatkan pemahaman serta memudahkan umat dalam belajar dan mendapatkan refrensi tentang hadits, dia mendirikan Pusat Kajian Hadits (PKH). PKH diresmikan oleh Fauzi Bowo semasa menjabat Gubernur DKI Jakarta.
Di PKH terdapat Perpustakaan Hadits. Keunggulan perpustakaan ini memiliki koleksi yang banyak dalam bidang hadits. Kecuali itu, pengunjung yang ingin berkonsultasi tentang hadits dapat langsung bertemu dengan KH Ahmad Lutfi Fathullah.
Kontribusi KH Lutfi dalam Kajian Hadits di Indonesia dapat juga dilihat melalui Aplikasi Perpustakaan Islam Digital. Penelitian itu membahas tentang kontribusi Kiai Lutfi terhadap perkembangan kajian hadis di Indonesia.
Situs web neliti.com/id menulis, karya Dr Ahmad Lutfi Fathullah adalah membuat Kajian Hadits dalam bentuk digital, yaitu perpustakaan Islam digital. Peneliti menggunakan teknik observasi dengan menggunakan metode deskriptif-analitis. Kiai Lutfi adalah tokoh yang mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan ilmu hadits di Indonesia.
Dia adalah jebolan dari tiga universitas beda negara. Program S1-nya selesai di Damascus University, lalu S2 di Jordan University, dan S3 di University Kebangsaan Malaysia. Tempat mengajarnya sebagai dosen pascasarjana berjejer hingga 10 perguruan tinggi. Mulai dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Islam Negeri Jakarta, Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta, hingga University Kebangsaan Malaysia.
Meski tercatat sebagai dosen di sejumlah universitas, KH Luthfi tetap menyandang profesi sebagai guru SD dan SMPIT al-Mughni Jakarta. Di Perguruan Islam al-Mughni Jakarta, dia juga menjabat sebagai direktur.
Kecintaannya pada ilmu hadits dan untuk meningkatkan pemahaman serta memudahkan umat dalam belajar dan mendapatkan refrensi tentang hadits, dia mendirikan Pusat Kajian Hadits (PKH). PKH diresmikan oleh Fauzi Bowo semasa menjabat Gubernur DKI Jakarta.
Di PKH terdapat Perpustakaan Hadits. Keunggulan perpustakaan ini memiliki koleksi yang banyak dalam bidang hadits. Kecuali itu, pengunjung yang ingin berkonsultasi tentang hadits dapat langsung bertemu dengan KH Ahmad Lutfi Fathullah.
Kontribusi KH Lutfi dalam Kajian Hadits di Indonesia dapat juga dilihat melalui Aplikasi Perpustakaan Islam Digital. Penelitian itu membahas tentang kontribusi Kiai Lutfi terhadap perkembangan kajian hadis di Indonesia.
Situs web neliti.com/id menulis, karya Dr Ahmad Lutfi Fathullah adalah membuat Kajian Hadits dalam bentuk digital, yaitu perpustakaan Islam digital. Peneliti menggunakan teknik observasi dengan menggunakan metode deskriptif-analitis. Kiai Lutfi adalah tokoh yang mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan ilmu hadits di Indonesia.