LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Baznas DKI Jakarta KH Dr Luthfi Fathullah wafat pukul 18.22 WIB, Ahad, 11 Juli 2021. Kiai Luthfi yang juga Ketua Dewan Pengawas Yayasan Al-Fahmu Internasional Indonesia itu dikenal sebagai pakar hadits di Indonesia.
Dia adalah jebolan dari tiga universitas beda negara. Program S1-nya selesai di Damascus University, lalu S2 di Jordan University, dan S3 di University Kebangsaan Malaysia. Tempat mengajarnya sebagai dosen pascasarjana berjejer hingga 10 perguruan tinggi. Mulai dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Islam Negeri Jakarta, Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta, hingga University Kebangsaan Malaysia.
Meski tercatat sebagai dosen di sejumlah universitas, KH Luthfi tetap menyandang profesi sebagai guru SD dan SMPIT al-Mughni Jakarta. Di Perguruan Islam al-Mughni Jakarta, dia juga menjabat sebagai direktur.
Kecintaannya pada ilmu hadits dan untuk meningkatkan pemahaman serta memudahkan umat dalam belajar dan mendapatkan refrensi tentang hadits, dia mendirikan Pusat Kajian Hadits (PKH). PKH diresmikan oleh Fauzi Bowo semasa menjabat Gubernur DKI Jakarta.
Di PKH terdapat Perpustakaan Hadits. Keunggulan perpustakaan ini memiliki koleksi yang banyak dalam bidang hadits. Kecuali itu, pengunjung yang ingin berkonsultasi tentang hadits dapat langsung bertemu dengan KH Ahmad Lutfi Fathullah.
Kontribusi KH Lutfi dalam Kajian Hadits di Indonesia dapat juga dilihat melalui Aplikasi Perpustakaan Islam Digital. Penelitian itu membahas tentang kontribusi Kiai Lutfi terhadap perkembangan kajian hadis di Indonesia.
Situs web neliti.com/id menulis, karya Dr Ahmad Lutfi Fathullah adalah membuat Kajian Hadits dalam bentuk digital, yaitu perpustakaan Islam digital. Peneliti menggunakan teknik observasi dengan menggunakan metode deskriptif-analitis. Kiai Lutfi adalah tokoh yang mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan ilmu hadits di Indonesia.
"Karya-karya beliau yang unik, menarik dan berbeda dengan masa-masa sebelumnya menjadi daya tarik tersendiri di era digital sekarang ini. Itu karena Dr Ahmad Lutfi Fathullah mengembangkan ilmu hadits dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana untuk mempermudah orang lain mempelajari hadis yaitu dengan membuat aplikasi-aplikasi komputer dan juga smartphone."
Berikut data pribadi KH Dr Ahmad Lutfi Fathullah:A. Data PribadiNama: Ahmad Lutfi Fathullah
Tempat tanggal Lahir: Kuningan Jakarta, 25 Maret 1964.
Putra Betawi asli yang merupakan salah satu cucu Guru Mughni,
seorang tokoh ulama Betawi kenamaan di era akhir 1800 dan awal 1900-an.
Beristrikan Jehan Azhari, dan sudah dikaruniai 3 orang anak:
1. Hanin Fathullah
2. Muhammad Hadi Fathullah
3. Rahaf Fathullah
B. Pendidikan1. SDN 01 Kuningan Timur Jakarta
2. Pondok Modern Gontor Ponorogo
3. Damascus University (S1)
4. Jordan University (S2)
5. University Kebangsaan Malaysia (S3)
C. Guru-guruDi antara guru-guru yang pernah mengajar baik formal maupun non-formal antara lain :1. KH. Imam Zarkasyi
2. Prof. DR. Syeikh Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi
3. Prof. DR. Syeikh Nuruddin ‘Itr
4. Prof. DR. Syeikh Mustafa Diib al-Bugha
5. Prof. DR. Syeikh Wahbah al-Zuhaily
6. Prof. DR. Syeikh Hammam Abdurrahim Sa’id
7. Prof. DR. Muhammad al-Zuhaily
8. Syeikh Husein al-Khattab
9. Syeikh Abdul Qadir al-Arna’ut
10. Syeikh Syu’aib al-Arna’ut
D. Aktifitas AkademisDosen Pascasarjana pada:1. Universitas Indonesia
2. Universitas Islam Negeri Jakarta
3. Universitas Islam Negeri Bandung
4. Universitas Muhammadiyah Jakarta
5. Universitas Muhammadiyah Surakarta
6. Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta
7. Program Interdiciplyneri Islamic Studies Mc Gill Canada – UIN Jakarta
8. Universitas Islam Ibnu Khaldun Bogor
9. Universitas al-Aqidah, Jakarta
10. University Kebangsaan Malaysia, Bangi Slangor (Dosen Penguji tesis/disertasi)
Dosen pada:1. Fak. Ushuluddin UIN Jakarta
2. Fak. Ushuluddin UIN Bandung
3. Fak. Ushuluddin IIQ Jakarta
4. Pendidikan Muballigh al-Azhar Jakarta
5. Pendidikan Kader Ulama’ Pondok Modern Gondor
Aktifitas lain:1. Guru SD/SMPIT al-Mughni Jakarta
2. Direktur Perguruan Islam al-Mughni Jakarta
3. Pembimbing ibadah haji PT Dian Nusa Insani Jakarta
(jak)