Indonesia, Thailand, Uni Emirat, dan Meksiko Masuk Negara Bahasa Inggrisnya Rendah, Bikin Turis Sulit Komunikasi
Tim langit 7
Rabu, 13 November 2024 - 20:23 WIB
Indonesia, Thailand, Uni Emirat, dan Meksiko Masuk Negara Bahasa Inggrisnya Rendah, Bikin Turis Sulit Komunikasi
LANGIT7.ID-Jakarta;Sebuah studi baru oleh Ubuy telah memeringkat negara-negara di dunia berdasarkan faktor-faktor yang membuat wisatawan merasa seperti orang asing, menyoroti destinasi-destinasi yang memiliki kendala bahasa, keramahan, dan masalah keamanan yang dapat memengaruhi pengalaman para turis.
Thailand berada di posisi teratas dalam daftar, yang meskipun memiliki reputasi sebagai destinasi yang hangat dan ramah. Namun memiliki indeks kecakapan bahasa Inggris yang sangat rendah, sehingga komunikasi menjadi tantangan bagi banyak wisatawan. Uni Emirat Arab (UEA) dan Meksiko berada di posisi berikutnya, keduanya memiliki masalah bahasa dan keamanan yang signifikan yang dapat membuat pengunjung merasa terputus dan kurang terintegrasi dengan budaya lokal.
Dalam melakukan studi ini, Ubuy menganalisis berbagai metrik yang memengaruhi kemampuan wisatawan untuk merasa nyaman, termasuk kecakapan bahasa Inggris, peringkat keramahan, dan indeks keamanan. Skor gabungan dikembangkan untuk setiap negara, yang menggabungkan faktor-faktor ini untuk mengidentifikasi destinasi tempat wisatawan mungkin mengalami tantangan paling besar. Skor yang lebih tinggi menunjukkan kemungkinan yang lebih besar bahwa wisatawan akan merasa seperti orang asing di lingkungan baru, menghadapi kendala komunikasi, keramahan, dan keamanan.
Thailand
Thailand berada di puncak daftar dengan skor gabungan 98,9. Indeks kecakapan bahasa Inggrisnya yang sangat rendah, yaitu 416, menjadi kendala yang berat bagi para pelancong. Meskipun Thailand dikenal luas akan keramahan penduduk setempat, keterbatasan bahasa ini, dikombinasikan dengan indeks keamanan yang moderat, yaitu 62,2, berarti bahwa para pengunjung mungkin kesulitan untuk berintegrasi sepenuhnya dan menikmati lingkungan sekitar tanpa merasa seperti orang asing. Bahkan dengan senyuman dan keramahan penduduk Thailand, banyak pelancong mungkin merasa sulit untuk membenamkan diri sepenuhnya dalam kehidupan lokal.
Uni Emirat Arab
Uni Emirat Arab berada di posisi kedua dengan skor gabungan 96,9. Meskipun UEA menarik jutaan wisatawan setiap tahun, banyak di antaranya tertarik dengan objek wisata mewah Dubai dan landmark budaya Abu Dhabi, skor kecakapan bahasa Inggrisnya rendah, yaitu 486, dan peringkat keramahannya berada di urutan ke-18. Kesenjangan bahasa dan keramahan dapat menyulitkan pengunjung yang tidak berbahasa Arab untuk terhubung dengan penduduk setempat, dan jumlah wisatawan internasional yang relatif rendah—hanya 8,1 juta per tahun—semakin mengindikasikan bahwa UEA mungkin tidak memiliki tingkat integrasi yang sama seperti yang ditemukan di destinasi yang lebih padat wisatawan.
Thailand berada di posisi teratas dalam daftar, yang meskipun memiliki reputasi sebagai destinasi yang hangat dan ramah. Namun memiliki indeks kecakapan bahasa Inggris yang sangat rendah, sehingga komunikasi menjadi tantangan bagi banyak wisatawan. Uni Emirat Arab (UEA) dan Meksiko berada di posisi berikutnya, keduanya memiliki masalah bahasa dan keamanan yang signifikan yang dapat membuat pengunjung merasa terputus dan kurang terintegrasi dengan budaya lokal.
Dalam melakukan studi ini, Ubuy menganalisis berbagai metrik yang memengaruhi kemampuan wisatawan untuk merasa nyaman, termasuk kecakapan bahasa Inggris, peringkat keramahan, dan indeks keamanan. Skor gabungan dikembangkan untuk setiap negara, yang menggabungkan faktor-faktor ini untuk mengidentifikasi destinasi tempat wisatawan mungkin mengalami tantangan paling besar. Skor yang lebih tinggi menunjukkan kemungkinan yang lebih besar bahwa wisatawan akan merasa seperti orang asing di lingkungan baru, menghadapi kendala komunikasi, keramahan, dan keamanan.
Thailand
Thailand berada di puncak daftar dengan skor gabungan 98,9. Indeks kecakapan bahasa Inggrisnya yang sangat rendah, yaitu 416, menjadi kendala yang berat bagi para pelancong. Meskipun Thailand dikenal luas akan keramahan penduduk setempat, keterbatasan bahasa ini, dikombinasikan dengan indeks keamanan yang moderat, yaitu 62,2, berarti bahwa para pengunjung mungkin kesulitan untuk berintegrasi sepenuhnya dan menikmati lingkungan sekitar tanpa merasa seperti orang asing. Bahkan dengan senyuman dan keramahan penduduk Thailand, banyak pelancong mungkin merasa sulit untuk membenamkan diri sepenuhnya dalam kehidupan lokal.
Uni Emirat Arab
Uni Emirat Arab berada di posisi kedua dengan skor gabungan 96,9. Meskipun UEA menarik jutaan wisatawan setiap tahun, banyak di antaranya tertarik dengan objek wisata mewah Dubai dan landmark budaya Abu Dhabi, skor kecakapan bahasa Inggrisnya rendah, yaitu 486, dan peringkat keramahannya berada di urutan ke-18. Kesenjangan bahasa dan keramahan dapat menyulitkan pengunjung yang tidak berbahasa Arab untuk terhubung dengan penduduk setempat, dan jumlah wisatawan internasional yang relatif rendah—hanya 8,1 juta per tahun—semakin mengindikasikan bahwa UEA mungkin tidak memiliki tingkat integrasi yang sama seperti yang ditemukan di destinasi yang lebih padat wisatawan.