Pemimpin Sayap Kanan Belanda Geert Wilders Desak Deportasi Penyerang Suporter Israel, Ini Faktanya!
Nabil
Kamis, 14 November 2024 - 07:09 WIB
Pemimpin Sayap Kanan Belanda Geert Wilders Desak Deportasi Penyerang Suporter Israel, Ini Faktanya!
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Pemimpin politik sayap kanan Belanda, Geert Wilders, pada hari Rabu mengkritik keras "warga Maroko" atas serangan terhadap suporter sepak bola Israel di Amsterdam pekan lalu. Dalam debat parlemen, dia menyatakan bahwa mereka "ingin menghancurkan orang Yahudi" dan merekomendasikan deportasi bagi mereka yang terbukti bersalah.
Meski anggota parlemen mengutuk antisemitisme dan setuju bahwa pelaku kekerasan harus dilacak, dituntut, dan dihukum berat, para legislator oposisi menuduh Wilders "menyiram minyak ke api" dan menyatakan bahwa pernyataannya tidak mendukung "terciptanya masyarakat yang lebih baik."
Baca juga: Aksi Damai Berujung Kekerasan, Polisi Amsterdam Tangkap Massa Pro-Palestina
Kekerasan pecah di ibu kota Belanda sebelum dan sesudah pertandingan sepak bola antara Ajax Amsterdam dan Maccabi Tel Aviv. Suporter dari kedua pihak terlibat dalam kerusuhan; sejumlah penggemar Maccabi menyerang taksi dan meneriakkan slogan anti-Arab, sementara beberapa orang melakukan serangan "hit and run" terhadap orang-orang yang mereka anggap Yahudi, menurut Wali Kota Amsterdam Femke Halsema.
Setelah pertandingan, sekelompok besar pendukung Maccabi bersenjata tongkat berlarian "menghancurkan berbagai hal," menurut laporan 12 halaman tentang kekerasan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang Amsterdam. Laporan tersebut juga menyebutkan adanya "perusuh yang bergerak dalam kelompok kecil, baik dengan berjalan kaki, skuter, atau mobil, yang dengan cepat menyerang penggemar Maccabi sebelum menghilang."
Baca juga: Suporter Bola Israel Bikin Onar di Amsterdam, Aksi Rasis dan Kekerasan Terbongkar!
Polisi Amsterdam menyatakan lima orang dirawat di rumah sakit akibat kekerasan tersebut. Polisi menahan puluhan orang sebelum pertandingan, tetapi tidak ada penangkapan langsung atas kekerasan setelah pertandingan.
Meski anggota parlemen mengutuk antisemitisme dan setuju bahwa pelaku kekerasan harus dilacak, dituntut, dan dihukum berat, para legislator oposisi menuduh Wilders "menyiram minyak ke api" dan menyatakan bahwa pernyataannya tidak mendukung "terciptanya masyarakat yang lebih baik."
Baca juga: Aksi Damai Berujung Kekerasan, Polisi Amsterdam Tangkap Massa Pro-Palestina
Kekerasan pecah di ibu kota Belanda sebelum dan sesudah pertandingan sepak bola antara Ajax Amsterdam dan Maccabi Tel Aviv. Suporter dari kedua pihak terlibat dalam kerusuhan; sejumlah penggemar Maccabi menyerang taksi dan meneriakkan slogan anti-Arab, sementara beberapa orang melakukan serangan "hit and run" terhadap orang-orang yang mereka anggap Yahudi, menurut Wali Kota Amsterdam Femke Halsema.
Setelah pertandingan, sekelompok besar pendukung Maccabi bersenjata tongkat berlarian "menghancurkan berbagai hal," menurut laporan 12 halaman tentang kekerasan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang Amsterdam. Laporan tersebut juga menyebutkan adanya "perusuh yang bergerak dalam kelompok kecil, baik dengan berjalan kaki, skuter, atau mobil, yang dengan cepat menyerang penggemar Maccabi sebelum menghilang."
Baca juga: Suporter Bola Israel Bikin Onar di Amsterdam, Aksi Rasis dan Kekerasan Terbongkar!
Polisi Amsterdam menyatakan lima orang dirawat di rumah sakit akibat kekerasan tersebut. Polisi menahan puluhan orang sebelum pertandingan, tetapi tidak ada penangkapan langsung atas kekerasan setelah pertandingan.