Arab Saudi Peringatkan Serangan Israel di Gaza Picu Perang yang Lebih Besar di Timur Tengah
Nabil
Rabu, 20 November 2024 - 08:20 WIB
Arab Saudi Peringatkan Serangan Israel di Gaza Picu Perang yang Lebih Besar di Timur Tengah
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Arab Saudi melalui Menteri Luar Negerinya, Pangeran Faisal bin Farhan, menyatakan bahwa agresi Israel di Gaza dan Lebanon mendorong kawasan tersebut menuju perang yang lebih luas. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato pembukaan KTT G20 di Rio de Janeiro pada hari Senin.
"Agresi Israel yang masih berlangsung di Gaza dan Lebanon telah menimbulkan penderitaan manusia yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini mendorong kawasan menuju perang yang lebih luas dan merusak kredibilitas hukum dan lembaga internasional," ungkap Pangeran Faisal dalam pidato pembukaannya.
Menteri tersebut menekankan "perlunya gencatan senjata segera, akses bantuan kemanusiaan tanpa batasan, pembebasan sandera, dan komitmen serius untuk perdamaian berkelanjutan berdasarkan solusi dua negara sesuai perbatasan 1967."
Baca juga: Ratusan Truk Bantuan Dijarah di Gaza, PBB Peringatkan Situasi Kritis!
Perang di Gaza telah memasuki bulan ke-13 pada November ini dengan jumlah korban tewas diperkirakan mencapai lebih dari 43.000 orang, menurut Kementerian Kesehatan wilayah tersebut. Sementara itu, Israel terus melancarkan serangan udara ke wilayah yang diklaim sebagai basis Hezbollah di Lebanon sejak perang pecah pada 23 September.
Pangeran Faisal mengatakan bahwa meningkatnya ketegangan, konflik militer, dan krisis kemanusiaan yang dihadapi dunia saat ini menghambat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB untuk 2030. Ia menambahkan bahwa pembangunan dan kesejahteraan tidak mungkin terwujud di tengah kematian dan kehancuran.
Baca juga: Investigasi PBB: Israel Langgar Hukum Internasional di Gaza
"Agresi Israel yang masih berlangsung di Gaza dan Lebanon telah menimbulkan penderitaan manusia yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini mendorong kawasan menuju perang yang lebih luas dan merusak kredibilitas hukum dan lembaga internasional," ungkap Pangeran Faisal dalam pidato pembukaannya.
Menteri tersebut menekankan "perlunya gencatan senjata segera, akses bantuan kemanusiaan tanpa batasan, pembebasan sandera, dan komitmen serius untuk perdamaian berkelanjutan berdasarkan solusi dua negara sesuai perbatasan 1967."
Baca juga: Ratusan Truk Bantuan Dijarah di Gaza, PBB Peringatkan Situasi Kritis!
Perang di Gaza telah memasuki bulan ke-13 pada November ini dengan jumlah korban tewas diperkirakan mencapai lebih dari 43.000 orang, menurut Kementerian Kesehatan wilayah tersebut. Sementara itu, Israel terus melancarkan serangan udara ke wilayah yang diklaim sebagai basis Hezbollah di Lebanon sejak perang pecah pada 23 September.
Pangeran Faisal mengatakan bahwa meningkatnya ketegangan, konflik militer, dan krisis kemanusiaan yang dihadapi dunia saat ini menghambat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB untuk 2030. Ia menambahkan bahwa pembangunan dan kesejahteraan tidak mungkin terwujud di tengah kematian dan kehancuran.
Baca juga: Investigasi PBB: Israel Langgar Hukum Internasional di Gaza