Lentera Sintas Indonesia, Berdiri Bersama Penyintas Kekerasan Seksual
Lusi mahgriefie
Sabtu, 23 November 2024 - 06:05 WIB
Lentera Sintas Indonesia merupakan sebuah organisasi non-profit yang mendukung pemulihan penyintas kekerasan seksual.Foto-foto/ist
Lentera Sintas Indonesia merupakan sebuah organisasi non-profit. Berdiri dengan tujuan mendukung pemulihan penyintas kekerasan seksual.
Berangkat dari rasa empati terhadap penyintas yang merupakan korban kekerasan seksual, Lentera Sintas Indonesia yang terbentuk sejak 12 Mei 2011 itu mencoba merangkul dan mendukung mereka.
Berbagai kegiatan meliputi kelompok dukungan atau pertemuan tertutup penyintas, dan edukasi serta sosialisasi isu kekerasan seksual dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait isu tersebut, melalui berbagai kegiatan dan pendekatan.
Fokus kegiatan Lentera Sintas Indonesia adalah proses pendampingan melalui survivor anonymous support group, yaitu sesi pertemuan kelompok dukungan tertutup, anonim, dan tanpa ikatan.
Founder Lentera Sintas Indonesia Sophia Hage memastikan pihaknya akan selalu berdiri bersama penyintas. Ia mengaku amat bahagia ketika berhasil menciptakan ruang aman. Perlu diketahui, dalam sesi kelompok hanya terdiri dari 6-10 orang dan mereka akan saling menerima serta menguatkan satu sama lain.
Banyak mitos yang tersebar dan bahkan diyakini oleh sebagian orang terkait penyintas kekerasan seksual. Di sinilah Lentera Sintas Indonesia hadir untuk mendobrak mitos-mitos tersebut dan berusaha membantu penyintas. Seperti misalnya mitos bahwa “penyintas bisa melupakan trauma kekerasan seksual jika mereka cukup kuat”.
Hal tersebut dibantah Lentera Sintas Indonesia yang mencoba meyakini bahwa pemulihan bukan melupakan tapi bisa membantu mengelola trauma. Dan pemulihan inilah yang coba dilakukan Lentera Sintas Indonesia.
Berangkat dari rasa empati terhadap penyintas yang merupakan korban kekerasan seksual, Lentera Sintas Indonesia yang terbentuk sejak 12 Mei 2011 itu mencoba merangkul dan mendukung mereka.
Berbagai kegiatan meliputi kelompok dukungan atau pertemuan tertutup penyintas, dan edukasi serta sosialisasi isu kekerasan seksual dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait isu tersebut, melalui berbagai kegiatan dan pendekatan.
Fokus kegiatan Lentera Sintas Indonesia adalah proses pendampingan melalui survivor anonymous support group, yaitu sesi pertemuan kelompok dukungan tertutup, anonim, dan tanpa ikatan.
Founder Lentera Sintas Indonesia Sophia Hage memastikan pihaknya akan selalu berdiri bersama penyintas. Ia mengaku amat bahagia ketika berhasil menciptakan ruang aman. Perlu diketahui, dalam sesi kelompok hanya terdiri dari 6-10 orang dan mereka akan saling menerima serta menguatkan satu sama lain.
Banyak mitos yang tersebar dan bahkan diyakini oleh sebagian orang terkait penyintas kekerasan seksual. Di sinilah Lentera Sintas Indonesia hadir untuk mendobrak mitos-mitos tersebut dan berusaha membantu penyintas. Seperti misalnya mitos bahwa “penyintas bisa melupakan trauma kekerasan seksual jika mereka cukup kuat”.
Hal tersebut dibantah Lentera Sintas Indonesia yang mencoba meyakini bahwa pemulihan bukan melupakan tapi bisa membantu mengelola trauma. Dan pemulihan inilah yang coba dilakukan Lentera Sintas Indonesia.