BI Sebut Pemulihan Ekonomi Nasional Perlu Didorong Lewat Ekspor
Mahmuda attar hussein
Kamis, 16 September 2021 - 16:15 WIB
Gedung Bank Indonesia. Foto: Langit7/Istock
Menggairahkan perekonomian nasional, perlu andil dari seluruh pemangku kepentingan. Sinergi dan kolaborasi menjadi faktor penting mendorong pertumbuhan ekonomi.
Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia sekaligus, Prijono mengatakan, sudah tidak diragukan bahwa Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) perlu mendapatkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan yang ada.
Selain itu, pemulihan ini juga tidak seharusnya berfokus pada produksi yang orientasinya hanya kepada pasar domestik. Tapi juga perlu memperhatikan pasar di tingkat internasional.
Seperti diketahui, sekitar 60 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia dipengaruhi oleh kemampuan konsumsi masyarakatnya. Namun, saat ini masih mengalami keterbatasan akibat dampak dari pandemi Covid-19 saat ini.
"Kita perlu ikhtiar bersama untuk mencari peluang pasar internasional," ujarnya dalam Diskusi Virtual Road to ISEF 2021: Menggali dan Mengoptimalkan Peluang Ekspor Produk Halal Indonesia di Pasar Global, Kamis (16/9).
Baca juga:Pacu Produktivitas dan Daya Saing, Pemerintah Dorong Industri Manfaatkan Teknologi Modern
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada triwulan II - 2021 menunjukkan, ekonomi Indonesia tumbuh lebih dari tujuh persen. Hal itu merupakan salah satu indikasi untuk memunculkan optimisme dalam pemulihan ekonomi.
Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia sekaligus, Prijono mengatakan, sudah tidak diragukan bahwa Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) perlu mendapatkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan yang ada.
Selain itu, pemulihan ini juga tidak seharusnya berfokus pada produksi yang orientasinya hanya kepada pasar domestik. Tapi juga perlu memperhatikan pasar di tingkat internasional.
Seperti diketahui, sekitar 60 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia dipengaruhi oleh kemampuan konsumsi masyarakatnya. Namun, saat ini masih mengalami keterbatasan akibat dampak dari pandemi Covid-19 saat ini.
"Kita perlu ikhtiar bersama untuk mencari peluang pasar internasional," ujarnya dalam Diskusi Virtual Road to ISEF 2021: Menggali dan Mengoptimalkan Peluang Ekspor Produk Halal Indonesia di Pasar Global, Kamis (16/9).
Baca juga:Pacu Produktivitas dan Daya Saing, Pemerintah Dorong Industri Manfaatkan Teknologi Modern
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada triwulan II - 2021 menunjukkan, ekonomi Indonesia tumbuh lebih dari tujuh persen. Hal itu merupakan salah satu indikasi untuk memunculkan optimisme dalam pemulihan ekonomi.