LANGIT7.ID, Jakarta - Menggairahkan perekonomian nasional, perlu andil dari seluruh pemangku kepentingan. Sinergi dan kolaborasi menjadi faktor penting mendorong pertumbuhan ekonomi.
Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia sekaligus, Prijono mengatakan, sudah tidak diragukan bahwa Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) perlu mendapatkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan yang ada.
Selain itu, pemulihan ini juga tidak seharusnya berfokus pada produksi yang orientasinya hanya kepada pasar domestik. Tapi juga perlu memperhatikan pasar di tingkat internasional.
Seperti diketahui, sekitar 60 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia dipengaruhi oleh kemampuan konsumsi masyarakatnya. Namun, saat ini masih mengalami keterbatasan akibat dampak dari pandemi Covid-19 saat ini.
"Kita perlu ikhtiar bersama untuk mencari peluang pasar internasional," ujarnya dalam Diskusi Virtual Road to ISEF 2021: Menggali dan Mengoptimalkan Peluang Ekspor Produk Halal Indonesia di Pasar Global, Kamis (16/9).
Baca juga: Pacu Produktivitas dan Daya Saing, Pemerintah Dorong Industri Manfaatkan Teknologi ModernData dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada triwulan II - 2021 menunjukkan, ekonomi Indonesia tumbuh lebih dari tujuh persen. Hal itu merupakan salah satu indikasi untuk memunculkan optimisme dalam pemulihan ekonomi.
Komponen pendukung dalam pertumbuhan ekonomi tersebut, dipengaruhi oleh ekspor barang dan jasa di tanah air. Sehingga dapat disimpulkan kegiatan ekspor memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya saat situasi seperti ini, di mana permintaan domestik masih memiliki keterbatasan.
"Penetrasi produk halal ke beberapa negara tujuan ini bisa dipengaruhi oleh 5P, yakni product, public, private, people, dan partnership," jelasnya.
Baca juga: Kurangi Pengangguran, Berdayakan Emak-emak dari Nilai Tambah Produk Olahan LelePria yang juga merupakan Anggota Dewan Pakar Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) ini menyebutkan, terkait produk, tidak terlepas pula oleh 4K, yakni kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan konsistensi. Sehingga, produk ini agar bisa tembus pasar halal global perlu memperhatikan beberapa faktor penting tersebut.
"Semua itu bisa terwujud dengan sinergi dan kolaborasi seluruh komponen yang terlibat. Jadi saya rasa memang tidak bisa memenuhi itu semua sendirian," jelasnya.
(zul)