LANGIT7.ID-Pekanbaru; Implementasi nyata ekonomi syariah dalam aktivitas masyarakat menjadi fokus utama dalam peluncuran Riau Sharia Week (RSW) 2026 yang telah berlangsung di Pondok Pesantren Baitul Qur’an, Rumbai, Pekanbaru, Kamis (26/2). Agenda ini merupakan kolaborasi strategis antara Bank Indonesia Provinsi Riau, Pemerintah Provinsi Riau, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), Badan Wakaf Indonesia (BWI), serta pemangku kepentingan lainnya. Melalui tema SENAPELAN – Sinergi Akselerasi Ekonomi Syariah untuk Penguatan Halal-Lifestyle yang Berkelanjutan, kegiatan ini diarahkan untuk memperkokoh ekosistem syariah yang inklusif dan kompetitif di wilayah Riau.
Langkah awal rangkaian RSW 2026 ini juga menjadi bagian dari pre-event menuju Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera serta Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. Gubernur Provinsi Riau, S.F. Hariyanto, M.T, secara resmi telah membuka kegiatan ini pada Kamis pagi di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Pekanbaru, yang pelaksanaannya berbarengan dengan pembukaan TANJAK (Try Out Akbar Menuju Kampus yang Kamu Impikan) 2026.
Kepala Perwakilan BI Riau, Panji Achmad, menjelaskan bahwa ekonomi syariah memiliki peran krusial sebagai sumber pertumbuhan baru yang mendorong aktivitas ekonomi produktif serta berkelanjutan.
"Dengan prinsip pembiayaan yang erat dengan sektor riil, serta menjunjung nilai keadilan dan stabilitas, ekosistem syariah berperan penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah, memperluas inklusi keuangan, serta meningkatkan daya saing industri baik di tingkat nasional maupun global", ucap Panji dalam keterangannya, dikutip Senin (2/3/2026).
Panji menambahkan bahwa Riau Sharia Week diharapkan bisa bertransformasi menjadi katalisator kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berbasis nilai syariah. Di sisi lain, Plt. Kepala Dinas DPTPH Prov. Riau, Dr. Ronny Bowo Laksono, menekankan pentingnya memaksimalkan potensi sumber daya alam dan manusia di Riau demi percepatan ekonomi syariah.
"Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat antar seluruh pemangku kepentingan agar ekonomi syariah tidak hanya berkembang sebagai konsep, tetapi juga terimplementasi secara nyata dalam aktivitas ekonomi masyarakat.”
Sebagai bentuk aksi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi, Kick Off RSW 2026 diwarnai dengan kegiatan panen cabai merah bersama di Green House Pondok Pesantren Baitul Qur’an. Fasilitas tersebut merupakan bagian dari program INFRATANI (Integrated Farming with Technology Information and Society) yang berjalan sejak 2025. Program ini bertujuan menciptakan kemandirian ekonomi di lingkungan pondok pesantren sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas strategis di daerah.
