LANGIT7.ID-Jakarta; Bank BSN berhasil memperbesar pangsa pasar pembiayaan rumah subsidi menjadi 25,2 persen berdasarkan data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) per 24 Juni 2026. Capaian tersebut meningkat dibandingkan posisi Desember 2025 yang sebesar 21,32 persen, seiring strategi perseroan memperkuat pembiayaan dari sisi pengembang hingga pembeli rumah.
Strategi itu dijalankan melalui pendekatan yang menghubungkan sisi pasokan (supply side) dan permintaan (demand side). PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) memberikan dukungan pembiayaan kepada pengembang sekaligus menyediakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) syariah bagi masyarakat yang membeli rumah.
Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan sinkronisasi kedua sisi tersebut menjadi fondasi dalam membangun portofolio pembiayaan perumahan sekaligus memperkuat ekosistem sektor properti.
"Kami membangun sinkronisasi antara sisi pasokan (supply side) dan permintaan (demand side). Jadi, pengembang (developer) kami support dari supply side-nya dan di sisi demand side, kami fasilitasi KPR untuk pembelinya (buyer). Penyelarasan ini harus berjalan searah (inline)," ujar Alex dalam keterangannya, dikutip Senin (13/7/2026).
Model pembiayaan tersebut juga tercermin pada komposisi portofolio Bank BSN. Alex menyebut pembiayaan griya atau mortgage exposure saat ini mendominasi sekitar 96 persen dari total fungsi intermediasi yang disalurkan perseroan.
Di sisi kinerja, Bank BSN mencatat pertumbuhan penyaluran pembiayaan yang signifikan sepanjang tahun buku 2025. Total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp54,87 triliun pada akhir 2025 atau meningkat 4.083,8 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp1,31 triliun.
Perseroan juga terus memperluas penyaluran KPR bersubsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Sepanjang 2026, Bank BSN menargetkan penyaluran KPR FLPP sebanyak 73.700 unit rumah. Hingga akhir Juni 2026, realisasinya telah mencapai sekitar 28.000 unit rumah.
Selain menjaga pertumbuhan KPR subsidi, Bank BSN mulai memperluas basis pembiayaan ke segmen rumah non-subsidi komersial hingga Juni 2026.
Perseroan menyebut sejak ekosistem pembiayaan tersebut dibangun, Bank BSN telah melayani pembelian rumah bagi sekitar 500.000 nasabah KPR di berbagai wilayah Indonesia.
Di tengah ekspansi tersebut, Bank BSN menegaskan pengelolaan risiko tetap menjadi prioritas agar kualitas pembiayaan tetap terjaga.
Alex menegaskan pertumbuhan pembiayaan dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.
"Ekspansi yang kami lakukan tetap berada dalam koridor tata kelola risiko yang ketat. Kualitas aset pembiayaan perseroan dipastikan sangat sehat dengan rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) yang dapat terjaga dengan baik," tutur Alex.
(lam)