Ajarkan Makna Ikhlas, Pemain Film Cinta Dalam Ikhlas Sapa Mahasiswa Unusa
Tim langit 7
Senin, 25 November 2024 - 06:45 WIB
Tokoh utama dan penulis film Cinta Dalam Ikhlas menyapa ratusan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Minggu (24/11/2024)
Tokoh utama dan penulis film Cinta Dalam Ikhlas menyapa ratusan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Minggu (24/11/2024) siang.
Abun Sungkar, Adhisty Zara, dan penulis naskah Abay Adhitya menjadi bintang utama dalam acara Meet and Greet film drama religi Cinta Dalam Ikhlas yang digelar di Auditorium Lantai 9 Tower Kampus B Unusa.
Para bintang tamu hadir membagikan pengalaman mereka selama proses produksi film yang mengangkat tema tentang keikhlasan, perjuangan hidup, dan cinta yang tulus.
“Film ini merupakan kisah nyata saya yang saya tuangkan lewat tulisan hingga menjadi sebuah buku. Di buku itu berisi tentang bagaimana saya struggling ketika masa pencarian jati diri dan berjuang untuk karir saya dan ketika saya bertemu seorang wanita, yang sekarang adalah istri saya, dan di pertemuan itu membawa perjalanan kepada kita dalam menemui jati diri yang lebih baik,” tutur Abay sebagai penulis buku juga naskah film Cinta Dalam Ikhlas.
Abay menekankan esensi utama dalam film ini berpusat pada proses penerimaan dan mengikhlaskan, dua hal yang menjadi inti dari perjalanan hidup tiap manusia.
“Setiap orang pasti mengalami fase berat dalam hidup, baik itu kehilangan, kegagalan, atau kekecewaan. Film ini ingin menunjukkan bahwa meskipun sulit, proses tersebut menjadi sangat penting untuk pertumbuhan diri,” ujarnya.
Ia berharap pesan ini dapat memberi dampak positif khususnya bagi generasi muda untuk menjadi lebih kuat dan bijaksana dalam menghadapi fase-fase berat dalam hidup mereka.
Abun Sungkar, Adhisty Zara, dan penulis naskah Abay Adhitya menjadi bintang utama dalam acara Meet and Greet film drama religi Cinta Dalam Ikhlas yang digelar di Auditorium Lantai 9 Tower Kampus B Unusa.
Para bintang tamu hadir membagikan pengalaman mereka selama proses produksi film yang mengangkat tema tentang keikhlasan, perjuangan hidup, dan cinta yang tulus.
“Film ini merupakan kisah nyata saya yang saya tuangkan lewat tulisan hingga menjadi sebuah buku. Di buku itu berisi tentang bagaimana saya struggling ketika masa pencarian jati diri dan berjuang untuk karir saya dan ketika saya bertemu seorang wanita, yang sekarang adalah istri saya, dan di pertemuan itu membawa perjalanan kepada kita dalam menemui jati diri yang lebih baik,” tutur Abay sebagai penulis buku juga naskah film Cinta Dalam Ikhlas.
Abay menekankan esensi utama dalam film ini berpusat pada proses penerimaan dan mengikhlaskan, dua hal yang menjadi inti dari perjalanan hidup tiap manusia.
“Setiap orang pasti mengalami fase berat dalam hidup, baik itu kehilangan, kegagalan, atau kekecewaan. Film ini ingin menunjukkan bahwa meskipun sulit, proses tersebut menjadi sangat penting untuk pertumbuhan diri,” ujarnya.
Ia berharap pesan ini dapat memberi dampak positif khususnya bagi generasi muda untuk menjadi lebih kuat dan bijaksana dalam menghadapi fase-fase berat dalam hidup mereka.