WHO: Krisis Kemanusiaan di Gaza Utara Semakin Parah, Persediaan Obat-obatan Kritis Menipis
Nabil
Jum'at, 29 November 2024 - 08:51 WIB
WHO: Krisis Kemanusiaan di Gaza Utara Semakin Parah, Persediaan Obat-obatan Kritis Menipis
LANGIT7.ID-, Jakarta- - WHO melaporkan pada Kamis bahwa terjadi kelangkaan parah untuk obat-obatan, makanan, tempat berlindung, dan bahan bakar di Gaza, terutama di wilayah utara. Organisasi kesehatan dunia ini mendesak Israel untuk mengizinkan lebih banyak bantuan dan memfasilitasi operasi kemanusiaan.
Organisasi Kesehatan Dunia menggambarkan situasi di lapangan sebagai "bencana".
Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menjelaskan bahwa ketika perang Gaza pecah lebih dari setahun lalu setelah serangan mematikan Hamas pada 7 Oktober di Israel, hampir semua pengungsi berlindung di gedung-gedung umum atau bersama keluarga mereka.
"Sekarang, 90 persen tinggal di tenda," ungkapnya dalam konferensi pers di markas WHO di Jenewa.
Baca juga: Kelompok Houthi Yaman Tegaskan Lanjutkan Serangan ke Israel Meski Lebanon Gencatan Senjata
"Kondisi ini membuat mereka rentan terhadap penyakit pernapasan dan penyakit lainnya, ditambah cuaca dingin, hujan, dan banjir yang diperkirakan akan memperburuk kerawanan pangan dan kekurangan gizi," tambahnya.
Situasi sangat memprihatinkan di wilayah utara yang terkepung, di mana penilaian yang didukung PBB bulan ini menyatakan bahwa kelaparan mengancam. WHO dan mitranya minggu ini melakukan misi tiga hari ke utara, mengunjungi lebih dari selusin fasilitas kesehatan.
Organisasi Kesehatan Dunia menggambarkan situasi di lapangan sebagai "bencana".
Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menjelaskan bahwa ketika perang Gaza pecah lebih dari setahun lalu setelah serangan mematikan Hamas pada 7 Oktober di Israel, hampir semua pengungsi berlindung di gedung-gedung umum atau bersama keluarga mereka.
"Sekarang, 90 persen tinggal di tenda," ungkapnya dalam konferensi pers di markas WHO di Jenewa.
Baca juga: Kelompok Houthi Yaman Tegaskan Lanjutkan Serangan ke Israel Meski Lebanon Gencatan Senjata
"Kondisi ini membuat mereka rentan terhadap penyakit pernapasan dan penyakit lainnya, ditambah cuaca dingin, hujan, dan banjir yang diperkirakan akan memperburuk kerawanan pangan dan kekurangan gizi," tambahnya.
Situasi sangat memprihatinkan di wilayah utara yang terkepung, di mana penilaian yang didukung PBB bulan ini menyatakan bahwa kelaparan mengancam. WHO dan mitranya minggu ini melakukan misi tiga hari ke utara, mengunjungi lebih dari selusin fasilitas kesehatan.