home lifestyle muslim

Batik Tulis Berkah Lestari: Meneruskan Tradisi, Menembus Pasar Internasional

Rabu, 04 Desember 2024 - 08:01 WIB
Kelompok Batik Tulis Berkah Lestari, sebuah paguyuban yang menjadi simbol ketangguhan masyarakat pasca gempa Yogyakarta pada 2006. Foto: Istimewa.
Desa Giriloyo, Wukirsari, Imogiri,Bantul, merupakan salah satu sentra batik tulis di Yogyakarta yang terkenal dengan keberagaman motif dan keindahan batiknya. Di tengah desa ini berdiri Kelompok Batik Tulis Berkah Lestari, sebuah paguyuban yang menjadi simbol ketangguhan masyarakat pasca gempa Yogyakarta pada 2006.

Kelompok ini didirikan pada 2007 dengan dukungan dari lembaga sosial Dompet Dhuafa, yang memberikan pelatihan seperti pelatihan pewarnaan, organisasi, hingga pemasaran.

Baca juga: Batik Chic Sahara; Estetika Tradisional Tenun Pahikung Dibalut Sentuhan Modern

"Dulu kami hanya buruh batik. Hasilnya dikirim ke Jogja untuk finishing. Sekarang, kami bisa mandiri dari proses awal hingga penjualan," ungkap Nani Norchayati Lestari (37 tahun), Ketua Berkah Lestari sekaligus salah satu penggerak utama kelompok ini.

Berkah Lestari saat ini beranggotakan sekitar 40 orang. Mayoritas adalah perempuan. Mereka biasanya membatik di rumah masing-masing, dan datang ke markas Berkah Lestari setiap piket.

Kelompok ini pernah mencatatkan rekor selendang batik terpanjang di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan panjang 1.200 meter, yang semakin mengukuhkan reputasinya di dalam maupun luar negeri.

Batik Berkah Lestari bukan hanya tempat produksi, tetapi juga menjadi destinasi wisata edukasi. Showroom mereka buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 16.00, menawarkan berbagai produk batik tulis dan menerima pesanan khusus dengan sistem pre-order.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya