LANGIT7.ID-, Yogyakarta - - Desa Giriloyo, Wukirsari, Imogiri,
Bantul, merupakan salah satu sentra
batik tulis di
Yogyakarta yang terkenal dengan keberagaman motif dan keindahan batiknya. Di tengah desa ini berdiri Kelompok Batik Tulis Berkah Lestari, sebuah paguyuban yang menjadi simbol ketangguhan masyarakat pasca gempa Yogyakarta pada 2006.
Kelompok ini didirikan pada 2007 dengan dukungan dari lembaga sosial
Dompet Dhuafa, yang memberikan pelatihan seperti pelatihan pewarnaan, organisasi, hingga pemasaran.
Baca juga: Batik Chic Sahara; Estetika Tradisional Tenun Pahikung Dibalut Sentuhan Modern "Dulu kami hanya buruh batik. Hasilnya dikirim ke Jogja untuk finishing. Sekarang, kami bisa mandiri dari proses awal hingga penjualan," ungkap Nani Norchayati Lestari (37 tahun), Ketua Berkah Lestari sekaligus salah satu penggerak utama kelompok ini.
Berkah Lestari saat ini beranggotakan sekitar 40 orang. Mayoritas adalah perempuan. Mereka biasanya membatik di rumah masing-masing, dan datang ke markas Berkah Lestari setiap piket.
Kelompok ini pernah mencatatkan rekor selendang batik terpanjang di
Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan panjang 1.200 meter, yang semakin mengukuhkan reputasinya di dalam maupun luar negeri.
Batik Berkah Lestari bukan hanya tempat produksi, tetapi juga menjadi destinasi wisata edukasi.
Showroom mereka buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 16.00, menawarkan berbagai produk batik tulis dan menerima pesanan khusus dengan sistem
pre-order. "Kami juga menerima kunjungan wisata, mulai dari keluarga, pelajar, hingga
penelitian. Bahkan tamu asing seperti dari Australia dan Jepang sering datang ke sini. Ada sekitar dua warga asing setiap minggu," ujar Nani.
Baca juga: Pekalongan Batik Night Carnival Kembali DigelarKelompok ini juga menyediakan pelatihan membatik bagi umum, pelajar, dan mahasiswa dengan biaya tertentu. Pengunjung dapat belajar langsung teknik membatik dari para pembatik profesional, menjadikan kunjungan ini pengalaman yang berkesan.
Di tengah tantangan zaman, Kelompok Batik Tulis Berkah Lestari terus berjuang melestarikan budaya batik sekaligus memberdayakan masyarakat setempat. Keberadaan mereka menjadi bukti bahwa seni tradisional bisa menjadi jalan untuk bangkit dari keterpurukan.
Di sisi lain, Batik Berkah Lestari tidak hanya menjadi tempat produksi batik, tetapi juga menjadi tujuan wisata edukasi.
“Pelanggan kami berasal dari berbagai kalangan, termasuk wisatawan asing dari Australia dan Jepang. Mereka bahkan datang langsung ke sini untuk membeli batik,” jelas Nani.
Baca juga: Bangga Warisan Budaya, Santri Ma'had Aly Tebuireng Kenakan Batik Tiap Sabtu(est)