Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Waryono Abdul Ghofur menyebut lembaga filantropi yang terbuka pada audit publik mempunyai kesamaan dengan istilah istislam, yaitu puncak keberislaman.
"Ketika kita sudah istislam, maka tidak ada apapun yang akan membuat kita sakit hati. Ketika sudah sangat terbuka, transparan, menyerahkan diri silakan di audit, ini levelnya sudah bukan hanya Islam tapi istislam," kata Waryono Abdul Ghafur dalam kegiatan Indonesia Humanitarian Summit 2024 di Jakarta, Kamis (23/1/2025).
Waryono juga mengapresiasi lembaga-lembaga zakat di Indonesia, seperti Dompet Dhuafa, yang transparan dalam menyampaikan tanggungjawabnya pada publik terkait dana yang diamanahkan.
"Kita tahu bahwa lembaga amil zakat ini mendapat izin dari negara. Karena itu diminta dan tidak diminta, secara moral punya kewajiban untuk menyampaikan (yang sudah dilakukan) pada masyarakat," lanjutnya.
Kemudian, Waryono menyinggung peran besar lembaga filantropi dalam upaya pengurangan kemiskinan. Dia pun mendorong lembaga-lembaga filantropi di Indonesia untuk menjaga komitmennya dalam melakukan berbagai kegiatan kemanusiaan di Indonesia.
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.