Viral Gus Miftah Hina Penjual Es Teh, Lembaga Dakwah PBNU Ingatkan Etika dan Guyon dalam Berdakwah
Tim langit 7
Kamis, 05 Desember 2024 - 04:15 WIB
Sekretaris Lembaga Dakwah (LD) PBNU KH Nurul Badruttamam
Sekretaris Lembaga Dakwah (LD) PBNU KH Nurul Badruttamam mengingatkan kepada para pendakwah tentang pentingnya sikap 'arif dan bijaksana dalam berdakwah, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
Dai atau daiyah memberikan pengaruh kepada masyarakat. Setiap ucapan yang disampaikan harus mengedepankan prinsip kesantunan dan etika yang baik, terutama dalam konteks publikasi di media sosial yang dapat dijangkau oleh banyak orang.
"Dai dan daiyah harus memahami betul batasan-batasan dalam berbicara di depan umum dan saat memposting konten di media sosial. Pesan yang disampaikan harus tidak menyinggung perasaan orang lain dan tetap menjaga kerukunan serta kedamaian," ujar Kiai Nurul Badruttamam dikutip dari NU Online
Baca juga:Viral Gus Miftah Hina Penjual Es Teh, Dibalas Gus Umar: Becandamu Gak Lucu!
Dia mengingatkan bahwa ceramah perlu dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Dalam menyampaikan materi dakwah, penting untuk tidak terjebak dalam reaksi spontan yang dapat merugikan citra diri atau lembaga. Fokuslah pada materi yang telah disiapkan sebelumnya dan hindari pengaruh emosi atau masalah pribadi.
"Ketika materi ceramah berhubungan dengan hal-hal yang sensitif, berpikir ulang adalah langkah yang bijak. Isi ceramah atau postingan harus mengandung kritik yang konstruktif dan tidak menyakiti pihak lain," jelas Kiai Nurul.
Guyon dalam Cermah
Dai atau daiyah memberikan pengaruh kepada masyarakat. Setiap ucapan yang disampaikan harus mengedepankan prinsip kesantunan dan etika yang baik, terutama dalam konteks publikasi di media sosial yang dapat dijangkau oleh banyak orang.
"Dai dan daiyah harus memahami betul batasan-batasan dalam berbicara di depan umum dan saat memposting konten di media sosial. Pesan yang disampaikan harus tidak menyinggung perasaan orang lain dan tetap menjaga kerukunan serta kedamaian," ujar Kiai Nurul Badruttamam dikutip dari NU Online
Baca juga:Viral Gus Miftah Hina Penjual Es Teh, Dibalas Gus Umar: Becandamu Gak Lucu!
Dia mengingatkan bahwa ceramah perlu dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Dalam menyampaikan materi dakwah, penting untuk tidak terjebak dalam reaksi spontan yang dapat merugikan citra diri atau lembaga. Fokuslah pada materi yang telah disiapkan sebelumnya dan hindari pengaruh emosi atau masalah pribadi.
"Ketika materi ceramah berhubungan dengan hal-hal yang sensitif, berpikir ulang adalah langkah yang bijak. Isi ceramah atau postingan harus mengandung kritik yang konstruktif dan tidak menyakiti pihak lain," jelas Kiai Nurul.
Guyon dalam Cermah