Din Syamsuddin Ajak Masyarakat Tak Bosan Memakmurkan Masjid
Tim langit 7
Sabtu, 07 Desember 2024 - 00:00 WIB
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2015 Din Syamsuddin
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2015 Din Syamsuddin mengajak masyarakat untuk senantiasa memakmurkan masjid.
Din menegaskan, memakmurkan masjid tidak sekadar merujuk pada kehadiran fisik di tempat ibadah, melainkan mencakup amal dan peran aktif dalam memajukan kehidupan umat.
“Sesungguhnya, yang memakmurkan masjid-masjid Allah itu adalah mereka yang beriman kepada Allah dan hari akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan tidak takut kecuali kepada Allah,” ujar Din.
Ia menjelaskan, keimanan kepada Allah dan hari akhir merupakan landasan utama yang melahirkan tanggung jawab terhadap masjid dan masyarakat.
Baca juga:Ingin Meraih Sukses Dunia dan Akhirat? Berlombalah dalam Kebaikan
“Dua hal ini sering dirangkaikan dalam Al-Quran, tetapi bukan berarti mengurangi pentingnya rukun iman lainnya. Justru iman kepada Allah dan hari akhir menjadi inti dari praktik keimanan sehari-hari, seperti menegakkan salat dan membayar zakat,” paparnya.
Din juga menyoroti makna khasyah, atau rasa takut kepada Allah, sebagai bentuk ketaatan tertinggi.
Din menegaskan, memakmurkan masjid tidak sekadar merujuk pada kehadiran fisik di tempat ibadah, melainkan mencakup amal dan peran aktif dalam memajukan kehidupan umat.
“Sesungguhnya, yang memakmurkan masjid-masjid Allah itu adalah mereka yang beriman kepada Allah dan hari akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan tidak takut kecuali kepada Allah,” ujar Din.
Ia menjelaskan, keimanan kepada Allah dan hari akhir merupakan landasan utama yang melahirkan tanggung jawab terhadap masjid dan masyarakat.
Baca juga:Ingin Meraih Sukses Dunia dan Akhirat? Berlombalah dalam Kebaikan
“Dua hal ini sering dirangkaikan dalam Al-Quran, tetapi bukan berarti mengurangi pentingnya rukun iman lainnya. Justru iman kepada Allah dan hari akhir menjadi inti dari praktik keimanan sehari-hari, seperti menegakkan salat dan membayar zakat,” paparnya.
Din juga menyoroti makna khasyah, atau rasa takut kepada Allah, sebagai bentuk ketaatan tertinggi.