Membuka Acara Sebaiknya dengan Membaca Surat Al-Fatihah Apa Surat Al-Ashr?
Tim langit 7
Ahad, 08 Desember 2024 - 08:19 WIB
Membuka Acara Sebaiknya dengan Membaca Surat Al-Fatihah Apa Surat Al-Ashr?
LANGIT7.ID-Tradisi membuka acara sebaiknya dengan membaca surat Al-Fatihah apa Surat Al-Ashr? Pertanyaan ini muncul karena memang ada dua tradisi yang belakangan ini berkembang di tengah masyarakat.
Kiai Afifuddin Muhajir, misalnya, menyoroti tradisi umat Islam dalam membuka acara dengan membaca Surat Al-Fatihah sebagai hal yang bukan sunnah. "Dalam rapat atau pertemuan itu hendaknya dibuka dengan membaca surat al-Ashr," tutur Kiai Afifuddin sebagaimana viral di media sosial termasuk Facebook.
Beliau merujuk dalam kitab Hasyiyah al-Bajuriy ala Syarhi Ibnu Qasim al-Ghazy juz 1, halaman 286, karangan Syaikh Ibrahim al-Bajuriy (w. 1276 h),
وما يفعله الناس من قرأة الفاتحة إذا عقدوا مجلسا أو فارقوه غير سنة، والسنة سورة العصر لما فيها من التوصية بالصبر وبالحق وغير ذَلك.
“Sesuatu yang dikerjakan oleh manusia berupa membaca surah al-fatihah apabila mereka duduk dan bubar di sebuah majelis itu bukanlah termasuk kesunahan. Yang disunahkan adalah membaca surat al-Ashr karena di dalam surat tersebut mengandung pesan saling menasehati dengan kesabaran, kebenaran dan lain sebagainya.”
Menutup Acara
Imam Ibnu Katsir, dalam kitab tafsirnya mengatakan Imam At-Thabrani menyebutkan dari jalur Hammad bin Salmah, dari Tsabit dari Ubaidillah bin Hisn, ia berkata, dua laki-laki dari sahabat Rasulullah Saw ketika keduanya bertemu, keduanya tidak berpisah sehingga salah satunya membacakan kepada lainnya surat al-Ashr sampai akhir, kemudian membacakan salam salah satunya kepada yang lain.”
Kiai Afifuddin Muhajir, misalnya, menyoroti tradisi umat Islam dalam membuka acara dengan membaca Surat Al-Fatihah sebagai hal yang bukan sunnah. "Dalam rapat atau pertemuan itu hendaknya dibuka dengan membaca surat al-Ashr," tutur Kiai Afifuddin sebagaimana viral di media sosial termasuk Facebook.
Beliau merujuk dalam kitab Hasyiyah al-Bajuriy ala Syarhi Ibnu Qasim al-Ghazy juz 1, halaman 286, karangan Syaikh Ibrahim al-Bajuriy (w. 1276 h),
وما يفعله الناس من قرأة الفاتحة إذا عقدوا مجلسا أو فارقوه غير سنة، والسنة سورة العصر لما فيها من التوصية بالصبر وبالحق وغير ذَلك.
“Sesuatu yang dikerjakan oleh manusia berupa membaca surah al-fatihah apabila mereka duduk dan bubar di sebuah majelis itu bukanlah termasuk kesunahan. Yang disunahkan adalah membaca surat al-Ashr karena di dalam surat tersebut mengandung pesan saling menasehati dengan kesabaran, kebenaran dan lain sebagainya.”
Menutup Acara
Imam Ibnu Katsir, dalam kitab tafsirnya mengatakan Imam At-Thabrani menyebutkan dari jalur Hammad bin Salmah, dari Tsabit dari Ubaidillah bin Hisn, ia berkata, dua laki-laki dari sahabat Rasulullah Saw ketika keduanya bertemu, keduanya tidak berpisah sehingga salah satunya membacakan kepada lainnya surat al-Ashr sampai akhir, kemudian membacakan salam salah satunya kepada yang lain.”