LANGIT7.ID-, Jakarta - - Artis Maudy Ayunda dinilai warganet sebagai selebritis yang tone deaf alias tidak peka bahkan tidak peduli terhadap situasi yang tengah dialami masyarakat Indonesia.
Sebenarnya "julukan" ini bukan kali pertama disematkan warganet kepada Maudy. Sejumlah bencana alam dan kejadian, mulai dari banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara pada akhir tahun 2025 lalu hingga kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan belakangan ini. Serta kondisi pemerintahan, ekonomi, maupun kenaikan harga yang banyak dikritik warga serta
public figure lainnya, namun Maudy dianggap "tidak bersuara".
Sementara banyak warganet yang berharap Maudy bisa menggunakan kekuatan, koneksi serta ketenarannya untuk bisa membantu menyuarakan keresahan masyarakat Indonesia yang menghadapi langsung berbagai
Kini sebutan "tone deaf" tersebut kembali muncul usai bintang film Para Perasuk itu mengunggah sebuah video yang isinya membahas konsep "mindfulness in the age of bad news" melalui kanal Youtube miliknya yang diunggah pada 21 Agustus 2026. Namun kini pembahasannya kembali menjadi sorotan setelah potongan maupun isi pernyataan Maudy viral diperbincangkan di media sosial.
Dalam video tersbeut, Maudy membicarakan kondisi emosional seseorang ketika terus menerima informasi mengenai berbagai kejadian negatif.
Ia mengatakan, dirinya juga merasakan beban psikologis akibat derasnya kabar buruk, baik yang terjadi di dunia maupun di Indonesia.
"Aku tuh berasa kayak ya udah beberapa bulan ini. Malah mungkin udah setahun terakhir ini ya kita tuh kayak dibombardir dengan banyaknya berita buruk secara internasional tapi juga mungkin khususnya berita lokal juga di sini, di Indonesia," ujarnya.
Ia menambahkan, "Aku ngerasa kayaknya penting gitu untuk ngomongin itu khususnya kayak gimana buat kita bahkan melangkah, gimana caranya kita tetap peduli, dan juga bisa menjaga diri kita sendiri itu.
Baca juga: Kontroversi Abah Setu, Viral Diduga Hina Nabi MuhammadMaudya menilai bahwa arus informasi yang datang tanpa henti dapat membuat seseorang kewalahan dalam memproses setiap persoalan.
Bahkan sebagai warga, Ia juga mengaku pernah berada pada titik ketika pemberitaan mengenai berbagai masalah membuat dirinya merasa tidak berdaya hingga memunculkan respons emosional. "Di mana kayak ngerasa, "ya ampun, ini bolak-balik banget" gimana aku memproses ini, karena buat aku pribadi berat banget sih dan ada kecenderungan ngerasa nggak berdaya. Terus ada masa-masa di mana jadi kayak mewek, nangis, marah. Emang sulit sih ketika kita mendengar kabar buruk terus-terusan, lagi dan lagi jadi," jelasnya.
Pembahasan ini pun lantas menuai pro dan kontra hingga menjadi viral di berbagai platform media sosial. Di platform Threads. Seorang pengguna dengan nama
@pamandanis menuliskan, "Akhirnya Maudy Ayunda..terbukti kalua kamu beneran tone deaf ya sis. Ngomongin Bad News, tapi yang terjadi adalah reality, and with that big voice, YOU DID NOTHING!"Sambal menyertakan tangkapan layar video dengan wajah Maudy Ayunda.
Kemudian akun @paramitaw, "age of bad news".. buat dia berita2 buruk di negeri ini cuma dongeng,". Lalu dibalas
@__vannisa, "padahal kita yang terdampak langsung kenaikan bahan pangan, gelombang PHK dimana2, kesulitan nyari bahan bakar, kena dampak kebakaran hutan sama bencana tuh mati-matian buat nyambung hidup. Bleu kebawa super stress sama kebijakan-kebijakan yang diluar nalar. Dia mah princess, denger bad news bisa diskip toh hidup dia udah lancer ngga kena ngefek apa2. emang prett."
Tak hanya itu, bahkan ada warganet yang membandingkan Maudy Ayunda dengan Sherina Munaf yang telah melakukan aksi nyata terhadap apa yang menimpa warga Kalimantan, dengan turun langsung ke lapangan untuk membantu.
Akun
@rickyprijaya menuliskan, "yang satu sibuk turun tagan, keringetan, kepanasan. Yang satu 'sibuk' bikin video. nyap-nyap ttg mindfulness sambil masak2 di kitchen yang estetik dan adem.
@maudyayunda, belajar gih sama
@sherinamunaf.
Ia juga menyarankan Maudy apabila dirinya tidak memiliki waktu untuk turun ke lapangan, setidaknya masih memiliki empati. "Gimana caranya orang-orang di Kalimantan bisa praktekin teori "mindfulness" lu klo mau nafas aja kesusahan. Greget aslii!!"
Baca juga: Viral Video Pimpinan Ponpes di Jepara Sebut Terima MBG Hukumnya HaramBahkan tak sedikit juga warganet yang memilih untuk
unfollow dan
unsubscribe media sosial dan kanal Youtube pelantun lagu Perahu Kertas tersebut.
Warganet juga menyinggung perihal beasiswa LPDP yang didapat Maudy, dimana dengan beasiswa yang menggunakan biaya negara tersebut Maudy diharapkan bisa lebih peduli dengan kondisi bangsa.
(lsi)