LANGIT7.ID-, Sarawak - -
Malaysia mulai menggelar operasi
hujan buatan selama tiga hari di negara bagian Sarawak, Kamis (3/9/2026). Langkah ini dilakukan untuk menambah cadangan air di sejumlah
bendungan sekaligus mengurangi
kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut.
Operasi hujan buatan atau cloud seeding menyasar tiga bendungan pembangkit listrik tenaga air, yakni Batang Ai, Bakun, dan Murum.
The Star melaporkan, dilansir Sabtu (5/9/2026), penerbangan berikutnya akan dilakukan di sejumlah wilayah tangkapan air yang dianggap penting di Sarawak.
Baca juga: Cegah Karhutla di Musim Kemarau, Pemerintah Siapkan Hujan BuatanWakil Perdana Menteri Sarawak Douglas Uggah Embas mengatakan operasi tersebut bertujuan meningkatkan volume air di waduk sebelum kondisi cuaca diperkirakan menjadi lebih panas dan kering pada Oktober.
“Kami perlu meningkatkan ketersediaan air di bendungan sebagai persiapan menghadapi kondisi cuaca yang lebih panas dan kering,” kata Douglas Uggah Embas seperti diberitakan The Star.
Kabut Asap Dipengaruhi Karhutla IndonesiaOperasi tersebut dilakukan bersamaan saat Indonesia menghadapi musim kemarau yang berlangsung lebih lama dari biasanya. Fenomena El Nino turut menciptakan kondisi yang mendukung terjadinya
kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
Kebakaran terutama terjadi di Sumatra dan Kalimantan. Sarawak sendiri berada di Pulau Kalimantan dan berbatasan langsung dengan wilayah Kalimantan di Indonesia.
Data menunjukkan hampir 95.000 hektare lahan terbakar di Indonesia sepanjang Juli. Sementara itu, Kementerian Kehutanan Indonesia memperkirakan total luas lahan yang terbakar secara nasional mencapai sekitar 202.000 hektare hingga akhir Juli.
Asap dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia berpotensi terbawa angin menuju wilayah Malaysia dan menyebabkan penurunan kualitas udara di Sarawak.
Mengatasi persoalan kabut asap, Malaysia telah meminta persetujuan pemerintah Indonesia untuk melakukan operasi hujan buatan dengan menggunakan wilayah udara Indonesia.
Baca juga: Karhutla Berdampak Besar, DPR: Presiden Wajib Tetapkan sebagai Bencana NasionalHujan buatan dilakukan dengan menyebarkan partikel berbahan dasar garam ke dalam awan yang memenuhi kondisi tertentu. Partikel tersebut membantu proses pembentukan titik-titik air sehingga meningkatkan peluang terjadinya hujan.
Selain membantu meningkatkan volume air di waduk, hujan yang turun juga diharapkan dapat membantu membersihkan partikel polutan di udara dan mengurangi dampak kabut asap.
(est)