home edukasi & pesantren

Runtuhnya Daulah Abbasiyah: Kisah Sultan Baybars Mengusir Bangsa Mongol dari Mesir

Ahad, 08 Desember 2024 - 08:24 WIB
Ilustrasi Daulah Mamalik (Foto: Istimewa)
LANGIT7.ID-Sultan Al-Zahir Ruknuddin Baybars adalah sultan Daulah Mamalik di Mesir. Dia adalah salah satu sultan yang legendaris. Pada saat Daulah Abbasiyah yang berpusat di Baghdad runtuh akibat dibumihanguskan Bangsa Mongol, Sultan Baybars justru dapat mengusir tentara Tartar itu dari Mesir.

Dr. H. Syamruddin Nasution, M.Ag dalam bukunya berjudul "Sejarah Peradaban Islam" (Yayasan Pusaka Riau, 2013) mencatat setelah Mesir dipimpin oleh sultan-sultan Daulah Mamalik, mereka melakukan penataan pembangunan di berbagai bidang. Hal ini terutama ketika dipimpin Sultan Al-Zahir Baybars dan Sultan Al-Mansur Qalawun.

"Di tangan dua orang Sultan inilah peradaban Islam tampak cemerlang di Mesir menjadi pusat kemajuan Islam saat itu, walaupun tidak dapat mengimbangi kejayaan yang telah dicapai Baghdad dan Cordova Spanyol," tulis Syamruddin Nasution.

Di saat Sultan Al-Zahir Ruknuddin Baybars berkuasa di Mesir, ia bercita-cita ingin mengikuti langkah-langkah yang telah pernah ditempuh oleh sultan-sultan sebelumnya, seperti yang telah dilakukan Salahuddin Al-Ayyubi dalam melawan dan mendesak kaum Salib terdahulu.

Sejarah mencatat betapa dahsyatnya pertempuran yang terjadi di perbatasan Suriah pada tahun 1260 M yang lebih terkenal dengan pertempuran “Ainul Jalut”.

Kala itu, tentara Mesir yang dikomandoi oleh Atabek Quthuz dengan panglima perangnya Ruknuddin Baybars sendiri telah mampu menghancurkan tentara perang Tartar Mongol yang dipimpin oleh panglima perangnya Kith yang beragama Kristen Nestarian.

Sejak itu tamatlah riwayat Tartar Mongol pengacau dunia Islam itu.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya