home global news

Menteri Prof Mu'ti: Peran Besar Muhammadiyah Dalam Wujudkan Kemakmuran Juga Diakui Ketua PBNU

Ahad, 08 Desember 2024 - 21:50 WIB
Menteri Prof Mu'ti: Peran Besar Muhammadiyah Dalam Wujudkan Kemakmuran Juga Diakui Ketua PBNU
LANGIT7.ID-Solo;Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof Dr. Abdul Mu’ti, mengatakan Muhammadiyah telah secara nyata menghadirkan kemakmuran khususnya melalui berbagai amal usaha yang tersebar di Tanah Air. Muhammadiyah memberi kemakmuran kepada para karyawan dan keluarga serta menggerakkan ekonomi kepada masyarakat secara luas.

Bahkan peran-peran Muhammadiyah membantu pemerintah menghadirkan kemakmuran itu diakui Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, K.H. Yahya Cholil Staquf, saat memberikan ucapan selamat Milad ke-112 dan Tanwir. Namun demikian, peran besar Muhammadiyah terhadap kemakmuran masyarakat ini dirasa belum cukup. Persyarikatan di berbagai tingkatan harus terus berikhtiar meningkatkan peran-peran persyarikatan lebih besar lagi dalam menghadirkan kemakmuran untuk masyarakat Indonesia.

Menteri Dikdasmen sekaligus Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan hal itu saat menjadi penceramah pada Tablig Akbar Milad ke-112 Muhammadiyah dan Milad ke-97 RS PKU Muhammadiyah Kota Solo, Minggu (8/12/2024) pagi, di halaman parkir Timur RS PKU Muhammadiyah, Jl. Ronggowarsito No. 130, Solo. Pengajian ini dihadiri ribuan warga persyarikatan Kota Solo dan sekitarnya. Pada pengajian tersebut Abdul Mu’ti menyampaikan pengajian bertema “Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua” sebagaimana tema Tanwir dan Milad ke-112 Muhammadiyah di Kupang, 4-6 Desember 2024 lalu. Muhammadiyah, kata Abdul Mu’ti, menghadirkan tema “Kemakmuran” karena setelah Indonesia Merdeka 79 tahun, kemakmuran itu belum benar-benar terwujud. Masih banyak orang miskin di Indonesia. Sementara di pihak lain ada segilintir orang begitu kaya yang bingung untuk membelanjakan uangnya.

Peran-peran kemakmuran itu, Abdul Mu’ti lantas mencontohkan peran amal usaha Muhammadiyah di Kota Solo. RS PKU Muhammadiyah Kota Solo dengan karyawan lebih dari 1.120 karyawan yang gaji karyawannya sudah di atas UMR, serta kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan 40 ribu mahasiswa, hal ini secara nyata menjadi mata rantai ekonomi luar biasa baik bagi karyawan dan para pelaku usaha yang terkait dengan bidang usaha rumah sakit maupun kampus.

Namun demikian, kemakmuran yang ingin diwujudkan persyarikatan bukan sekadar kemakmuran materiil, namun juga kemakmuran secara batiniah. Mengutip masukan dari Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah pada saat Tanwir di Kupang, Din Syamsudin, bahwa kemakmuran yang ingin menjadi cita-cita Muhammadiyah bukan hanya pada welfare atau kemakmuran fisik. Muhammadiyah perlu pula menghadirkan kemakmuran berbasis wellbeing, atau pemenuhan kebutuhan kemakmuran spirituil. “Negara-negara Skandinavia itu makmur. Seperti Finlandia, itu makmur dan maju. Tapi tingkat stres masyarakatnya tinggi. Secara mental kosong,” ujar Abdul Mu’ti.

Kualitas Pendidikan

Demikian pula Korea Selatan. Ekonominya sangat maju, tapi sekaligus menjadi negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi di dunia. Karena itu Muhammadiyah ingin menghadirkan kemakmuran baik lahir maupun batin. Ikhtiar yang dilakukan adalah dengan memperkuat kualitas pendidikan. Negara-negara Makmur, lanjut Menteri, bisa dipastikan kualitas pendidikan masyarakatnya bagus. Sebaliknya negara-negara yang belum maju karena kualitas pendidikannya yang rendah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya