Nilai Ekspor Positif, Menko Perekonomian: Indikasi Pemulihan Ekonomi Nasional
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 17 September 2021 - 16:25 WIB
Ilustrasi ekspor positif. Foto: Langit7/Istock
Nilai ekspor Indonesia terakselerasi positif. Hal itu dilihat dari nilai ekspor pada periode Agustus 2021 mencapai USD21,42 miliar atau naik 20,95 persen dibanding ekspor Juli 2021 dan naik 64,10 persen dibanding Agustus 2020.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, nilai ekspor itu tercatat sebagai rekor tertinggi baru bagi ekspor Indonesia. Di mana sebelumnya terjadi pada Agustus 2011 sebesar USD18,60 miliar.
“Capaian ini mengindikasikan pemulihan ekonomi Indonesia yang terus berlanjut sejalan dengan pemulihan permintaan global,” ujarn Airlangga dikutip dari keterangan resminya, Kamis (16/9).
Baca juga:Pemerintah Gratiskan Pajak Penjualan Mobil Baru
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), meningkatnya ekspor pada Agustus dikarenakan adanya peningkatan ekspor pada sektor nonmigas sebesar 21,75 persen dari USD16.720,6 juta menjadi USD20.356,7 juta. Ekspor non migas memegang peranan 94,45 persen terhadap total ekspor Januari-Agustus 2021.
Adapun, peningkatan terbesar sektor nonmigas Agustus 2021 terjadi pada lemak dan minyak hewan atau nabati sebesar USD1.544,8 juta. Merujuk pada sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari-Agustus 2021 naik 34,12 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
“Performa positif ekspor Indonesia tidak terlepas dari peran berbagai pihak, termasuk kontribusi para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) yang mampu bertahan di tengah gejolak pandemi Covid-19,” lanjut Menko Airlangga.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, nilai ekspor itu tercatat sebagai rekor tertinggi baru bagi ekspor Indonesia. Di mana sebelumnya terjadi pada Agustus 2011 sebesar USD18,60 miliar.
“Capaian ini mengindikasikan pemulihan ekonomi Indonesia yang terus berlanjut sejalan dengan pemulihan permintaan global,” ujarn Airlangga dikutip dari keterangan resminya, Kamis (16/9).
Baca juga:Pemerintah Gratiskan Pajak Penjualan Mobil Baru
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), meningkatnya ekspor pada Agustus dikarenakan adanya peningkatan ekspor pada sektor nonmigas sebesar 21,75 persen dari USD16.720,6 juta menjadi USD20.356,7 juta. Ekspor non migas memegang peranan 94,45 persen terhadap total ekspor Januari-Agustus 2021.
Adapun, peningkatan terbesar sektor nonmigas Agustus 2021 terjadi pada lemak dan minyak hewan atau nabati sebesar USD1.544,8 juta. Merujuk pada sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari-Agustus 2021 naik 34,12 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
“Performa positif ekspor Indonesia tidak terlepas dari peran berbagai pihak, termasuk kontribusi para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) yang mampu bertahan di tengah gejolak pandemi Covid-19,” lanjut Menko Airlangga.