Tiga Macam Bisikan dan Hasutan Setan dalam Hadits Nabi
Tim langit 7
Rabu, 11 Desember 2024 - 12:05 WIB
ilustrasi
Ketika Iblis diusir dari surga, ia dipenuhi dengan rasa dendam dan kekecewaan. Dalam keadaan tersebut, Iblis berjanji untuk menggoda dan menjerumuskan Nabi Adam AS serta keturunannya hingga hari kiamat.
Janji Iblis ini tercatat dalam Surah Al-Hijr, ayat 39: قَالَ رَبِّ بِمَآ أَغْوَيْتَنِى لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ
Artinya, "Iblis berkata: Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya."
Menurut Pengajar di Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah Berjan, Purworejo, Ustadz Rif'an Haqiqi, Al-Qur'an berkali-kali mengingatkan bahwa setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Rasulullah saw pun mewanti-wanti agar kita selalu waspada, karena begitu dekatnya mereka dengan kita.
Beliau bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya: إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنَ الْإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ
Artinya, "Sungguh setan mengalir dalam diri manusia seperti aliran darah."
Badruddin al-‘Aini dalam ‘Umdatul Qari Jilid XI (Beirut, Dar Ihya’it Turatsil ‘Araby, t.t.: 151) menjelaskan bahwa hadits ini menggambarkan bahwa setan, yang merupakan pengikut Iblis, senantiasa mendekat kepada manusia dan tidak pernah menjauh darinya. Setan bahkan diibaratkan seperti darah yang mengalir dalam tubuh manusia. Status setan yang menjadi pengikut iblis sendiri ditegaskan oleh beberapa ulama, salah satunya adalah Ibnu Katsir, beliau mengatakan dalam Al-Bidayah wan Nihayah Jilid I (Damaskus, Dar Ibn Katsir, 2013: 93):
Janji Iblis ini tercatat dalam Surah Al-Hijr, ayat 39: قَالَ رَبِّ بِمَآ أَغْوَيْتَنِى لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ
Artinya, "Iblis berkata: Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya."
Menurut Pengajar di Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah Berjan, Purworejo, Ustadz Rif'an Haqiqi, Al-Qur'an berkali-kali mengingatkan bahwa setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Rasulullah saw pun mewanti-wanti agar kita selalu waspada, karena begitu dekatnya mereka dengan kita.
Beliau bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya: إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنَ الْإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ
Artinya, "Sungguh setan mengalir dalam diri manusia seperti aliran darah."
Badruddin al-‘Aini dalam ‘Umdatul Qari Jilid XI (Beirut, Dar Ihya’it Turatsil ‘Araby, t.t.: 151) menjelaskan bahwa hadits ini menggambarkan bahwa setan, yang merupakan pengikut Iblis, senantiasa mendekat kepada manusia dan tidak pernah menjauh darinya. Setan bahkan diibaratkan seperti darah yang mengalir dalam tubuh manusia. Status setan yang menjadi pengikut iblis sendiri ditegaskan oleh beberapa ulama, salah satunya adalah Ibnu Katsir, beliau mengatakan dalam Al-Bidayah wan Nihayah Jilid I (Damaskus, Dar Ibn Katsir, 2013: 93):