Sempat Down di Sejumlah Negara dan Dilaporkan Ribuan Pengguna, Meta Meminta Maaf
Lusi mahgriefie
Kamis, 12 Desember 2024 - 10:20 WIB
Meta yang menaungi Facebook, Whatsapp, Instagram dan berbagai platform media sosial lainnya menyatakan permintaan maaf pada publik.
Meta selaku perusahaan induk yang menaungi Facebook, Whatsapp, Instagram dan berbagai platform media sosial lainnya menyatakan permintaan maaf pada publik.
Sebuah pesan yang diposting di akun X Meta, pada Kamis dini hari waktu setempat, tertulis pernyataan maaf Meta kepada para pengguna media sosial miliknya.
“Terima kasih telah mendukung kami! Kami sudah 99% dalam perjalanan ke sana, hanya melakukan beberapa pemeriksaan terakhir. Kami meminta maaf kepada mereka yang terkena dampak pemadaman listrik,” bunyi pesan tersebut, melansir sky.news.com, Kamis (12/12/2024).
Awal tahun ini, masalah teknis menyebabkan pemadaman listrik yang berdampak pada ratusan ribu pengguna Facebook dan Instagram di seluruh dunia.
Baca juga:
Platform tersebut menghadapi pemadaman lagi pada bulan Oktober, meskipun sebagian besar layanan pulih dalam waktu satu jam.
Pihak Meta mengatakan bahwa telah terjadi “masalah teknis” yang mengakibatkan banyak orang kesulitan mengakses media sosial dan aplikasi pesan serta situs web Meta lainnya.
Sebuah pesan yang diposting di akun X Meta, pada Kamis dini hari waktu setempat, tertulis pernyataan maaf Meta kepada para pengguna media sosial miliknya.
“Terima kasih telah mendukung kami! Kami sudah 99% dalam perjalanan ke sana, hanya melakukan beberapa pemeriksaan terakhir. Kami meminta maaf kepada mereka yang terkena dampak pemadaman listrik,” bunyi pesan tersebut, melansir sky.news.com, Kamis (12/12/2024).
Awal tahun ini, masalah teknis menyebabkan pemadaman listrik yang berdampak pada ratusan ribu pengguna Facebook dan Instagram di seluruh dunia.
Baca juga:
Platform tersebut menghadapi pemadaman lagi pada bulan Oktober, meskipun sebagian besar layanan pulih dalam waktu satu jam.
Pihak Meta mengatakan bahwa telah terjadi “masalah teknis” yang mengakibatkan banyak orang kesulitan mengakses media sosial dan aplikasi pesan serta situs web Meta lainnya.