home edukasi & pesantren

Kisah Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik Meminta Fatwa dari Bekas Budak

Jum'at, 13 Desember 2024 - 04:30 WIB
Kisah Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik Meminta Fatwa dari Bekas Budak
LANGIT7.ID-Kala itu berada di sepuluh hari terakhir bulan Dzulhijah tahun 97 H. Saat di mana Baitul ‘Atiq dibanjiri oleh lautan manusia yang menyahut panggilan Allah hingga memenuhi seluruh ruas jalan. Ada yang berjalan kaki dan ada yang berkendaraan.

Ada yang lanjut usia ada pula yang muda belia, yang laki-laki maupun yang wanita, ada yang putih ada pula yang hitam warna kulitnya, ada orang Arab ada pula orang ‘Ajam, ada raja dan ada pula rakyat jelata. Mereka datang berbondong-bondong menyahut seruan Rajanya manusia dengan penuh khusyuk, tunduk, penuh harap dan suka cita.

Dr. Abdurrahman Ra'fat Basya dalam bukunya berjudul "Shuwaru min Hayati At-Tabi'in" dan diterjemahkan Abu Umar Abdillah menjadi "Mereka adalah Para Tabiin" mengisahkan pada saat itu, Sulaiman bin Abdul Malik, khalifah Bani Umayyah, sedang berthawaf di Baitul ‘Atiq.

Baca juga: Kisah Muawiyah bin Abu Sofyan sebagai Pelopor Angkatan Laut Islam



Tak ada bedanya antara dirinya dengan rakyat biasa. Beliau seperti layaknya saudara-saudaranya karena Allah. Di belakangnya turut kedua putranya.

Setelah usai melakukan thawaf, khalifah menghampiri seorang kepercayaannya dan bertanya: “Di manakah temanmu itu?”
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya