Dubes Amerika Kunjungi PBNU, Bahas Penguatan Kerja Sama Dialog Lintas Agama
Tim langit 7
Selasa, 17 Desember 2024 - 04:15 WIB
Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia Kamala Shirin Lakhdhir mengunjungi PBNU disambut Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Kamala Shirin Lakhdhir mengunjungi Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (16/12/2024).
Kehadirannya disambut langsung Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Sidrotun Naim.
Dalam kunjungan itu, Dubes Lakhdhir membahas penguatan kerja sama dalam penyelenggaraan dialog lintas agama dengan PBNU. Ia menyebut, Gus Yahya sebagai pemimpin dialog lintas agama global.
"Kami membicarakan dialog antaragama. Gus Yahya adalah pemimpin dialog lintas iman secara global yang telah bekerja sama dengan orang Amerika dan negara-negara lain. Jadi, kami juga mendiskusikan tentang pendidikan, kesejahteraan sosial, dan kiprah yang PBNU lakukan di Indonesia," ujar Lakhdhir.
Baca juga:Biaya RS VIP dan Sekolah Elite Bakal Makin Mahal, Ini Pemicunya
Dia berpendapat, Amerika dan Indonesia memiliki kesamaan dalam hal keberagaman masyarakat.
"Kami memiliki multi-aspek dan berbagai agama, dan saya kira kami membicarakan tentang semua agama serta bagaimana pemeluk agama memiliki tanggung jawab penting dalam pertahanan kemanusiaan untuk kesejahteraan sosial," ujarnya.
Kehadirannya disambut langsung Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Sidrotun Naim.
Dalam kunjungan itu, Dubes Lakhdhir membahas penguatan kerja sama dalam penyelenggaraan dialog lintas agama dengan PBNU. Ia menyebut, Gus Yahya sebagai pemimpin dialog lintas agama global.
"Kami membicarakan dialog antaragama. Gus Yahya adalah pemimpin dialog lintas iman secara global yang telah bekerja sama dengan orang Amerika dan negara-negara lain. Jadi, kami juga mendiskusikan tentang pendidikan, kesejahteraan sosial, dan kiprah yang PBNU lakukan di Indonesia," ujar Lakhdhir.
Baca juga:Biaya RS VIP dan Sekolah Elite Bakal Makin Mahal, Ini Pemicunya
Dia berpendapat, Amerika dan Indonesia memiliki kesamaan dalam hal keberagaman masyarakat.
"Kami memiliki multi-aspek dan berbagai agama, dan saya kira kami membicarakan tentang semua agama serta bagaimana pemeluk agama memiliki tanggung jawab penting dalam pertahanan kemanusiaan untuk kesejahteraan sosial," ujarnya.