Mengenal Lembah Fergana, Jantung Kuliner Uzbekistan
Lusi mahgriefie
Selasa, 17 Desember 2024 - 11:49 WIB
Plov, salah satu menu khas di Lembah Fergana, Uzbekistan yang begitu terkenal.Foto/bbc.com
Lembah Fergana yang terletak di Uzbekistan merupakan salah satu kawasan paling subur di Asia Tengah. Kuliner telah menjadi tradisi dan harta karun dari warisan budaya di sana.
Oleh sebab itu Lembah Fergana dianggap sebagai “food basket” atau “keranjang makanan” Uzbekistan, sebab Fergana telah menjadi jantung kuliner negara tersebut selama berabad-abad, menyediakan sayuran, biji-bijian, dan buah nasional Uzbekistan yaitu delima dalam jumlah besar.
Melansir bbc.com, Selasa (17/12/2024), pengunjung yang datang ke Uzbekistan selalu meluangkan waktu itu melakukan perjalanan di sepanjang tepian Sungai Syr Darya, Lembah Fergana.
Kawasan ini memiliki iklim kontinental dengan musim panas yang terik dan musim dingin yang sejuk, serta keberadaan Sungai Syr Darya yang membentang sepanjang lebih dari 2000 km di sepanjang Uzbekistan, membuat pertanian di wilayah ini berkembang.
Ditambah keahlian sumber daya manusia mengolah lahan sehingga mampu mengubah lahan semi-gurun di wilayah tersebut, menjadi oasis yang subur.
Lembah Fegana selalu dikaitkan dengan hal-hal kuliner, mulai dari pasar yang semarak yang dipenuhi produk-produk segar hingga resep-resep kuno yang diwariskan dari generasi ke generasi. Fergana adalah tempat esensi identitas kuliner dan budaya Uzbekistan yang nyata.
Tak hanya itu, Lembah Fergana juga memiliki peran penting sebagai jalur transit komersial yang menghubungkan sisi-sisi Eurasia yang berlawanan. Wajar jika makanan di Lembah Fergana memiliki makna budaya yang begitu kuat. Buah delima adalah contoh yang sangat baik tentang keterkaitan antara budaya dan masakan.
Oleh sebab itu Lembah Fergana dianggap sebagai “food basket” atau “keranjang makanan” Uzbekistan, sebab Fergana telah menjadi jantung kuliner negara tersebut selama berabad-abad, menyediakan sayuran, biji-bijian, dan buah nasional Uzbekistan yaitu delima dalam jumlah besar.
Melansir bbc.com, Selasa (17/12/2024), pengunjung yang datang ke Uzbekistan selalu meluangkan waktu itu melakukan perjalanan di sepanjang tepian Sungai Syr Darya, Lembah Fergana.
Kawasan ini memiliki iklim kontinental dengan musim panas yang terik dan musim dingin yang sejuk, serta keberadaan Sungai Syr Darya yang membentang sepanjang lebih dari 2000 km di sepanjang Uzbekistan, membuat pertanian di wilayah ini berkembang.
Ditambah keahlian sumber daya manusia mengolah lahan sehingga mampu mengubah lahan semi-gurun di wilayah tersebut, menjadi oasis yang subur.
Lembah Fegana selalu dikaitkan dengan hal-hal kuliner, mulai dari pasar yang semarak yang dipenuhi produk-produk segar hingga resep-resep kuno yang diwariskan dari generasi ke generasi. Fergana adalah tempat esensi identitas kuliner dan budaya Uzbekistan yang nyata.
Tak hanya itu, Lembah Fergana juga memiliki peran penting sebagai jalur transit komersial yang menghubungkan sisi-sisi Eurasia yang berlawanan. Wajar jika makanan di Lembah Fergana memiliki makna budaya yang begitu kuat. Buah delima adalah contoh yang sangat baik tentang keterkaitan antara budaya dan masakan.