CEO Samator Indo Gas: Inovasi dan Teknologi Vital untuk Hadapi Tantangan Ekonomi 2025
Tim langit 7
Kamis, 19 Desember 2024 - 15:00 WIB
CEO PT. Samator Indo Gas Tbkm Rachmat Harsono.Foto/ist
CEO PT. Samator Indo Gas Tbk,Rachmat Harsono menekankan pentingnya mengikuti perkembangan teknologi untuk menghadapi tantangan ekonomi tahun 2025.
"Dalam bisnis harus memanfaatkan kemajuan teknologi," katanya dalam Suara Surabaya Economic Forum (SSEF) di Surabaya, Jawa Timur.
Dia melanjutkan, di perusahaan miliknya juga menerapkan kemajuan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), seperti vibration detection, sebuah teknologi berbasis AI untuk mendeteksi getaran atau vibrasi dalam sistem produksi dan distribusi gas industri, yang berfungsi untuk monitoring kinerja mesin, serta mencegah kerusakan dini pada peralatan.
Selain itu, Samator Indo Gas juga menetapkan route optimization, sebuah teknologi AI yang digunakan untuk mengoptimalkan rute distribusi gas dari plant produksi ke pelanggan, memastikan pengiriman yang lebih cepat, efisien, dan hemat biaya.
"Implementasi teknologi membantu menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan efisiensi," ungkapnya.
Baca juga:Kebijakan Trump Presiden AS Bakal Jadi Tantangan Perekonomian Indonesia
Lebih lanjut, Rachmat mengatakan, tantangan ekonomi ke depan terhitung cukup besar, apalagi kondisi geopolitik semakin memanas antara negera adidaya seperti Tiongkok dan Amerika Serikat. Sehingga, perlu langkah-langkah inovatif untuk menghadapinya.
"Dalam bisnis harus memanfaatkan kemajuan teknologi," katanya dalam Suara Surabaya Economic Forum (SSEF) di Surabaya, Jawa Timur.
Dia melanjutkan, di perusahaan miliknya juga menerapkan kemajuan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), seperti vibration detection, sebuah teknologi berbasis AI untuk mendeteksi getaran atau vibrasi dalam sistem produksi dan distribusi gas industri, yang berfungsi untuk monitoring kinerja mesin, serta mencegah kerusakan dini pada peralatan.
Selain itu, Samator Indo Gas juga menetapkan route optimization, sebuah teknologi AI yang digunakan untuk mengoptimalkan rute distribusi gas dari plant produksi ke pelanggan, memastikan pengiriman yang lebih cepat, efisien, dan hemat biaya.
"Implementasi teknologi membantu menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan efisiensi," ungkapnya.
Baca juga:Kebijakan Trump Presiden AS Bakal Jadi Tantangan Perekonomian Indonesia
Lebih lanjut, Rachmat mengatakan, tantangan ekonomi ke depan terhitung cukup besar, apalagi kondisi geopolitik semakin memanas antara negera adidaya seperti Tiongkok dan Amerika Serikat. Sehingga, perlu langkah-langkah inovatif untuk menghadapinya.