Batas-batas Toleransi Beragama Sesuai Al-Quran dan Hadist
Tim langit 7
Jum'at, 20 Desember 2024 - 09:05 WIB
ilustrasi
Toleransi beragama merupakan salah satu prinsip penting yang diajarkan dalam Islam. Keragaman adalah sunnatullah yang telah ditetapkan oleh Allah.
Pernyataan tersebut disamppaikan anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ali Yusuf.
Prinsip ini ditegaskan dalam Al-Qur’an, salah satunya di QS. Al-Maidah ayat 48, yang menyebutkan bahwa umat manusia telah diberikan kitab-kitab yang berbeda sebagai bentuk ujian untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.
Ali Yusuf memaparkan sejumlah dalil yang menjadi landasan sikap toleransi dalam Islam. Dalam QS. Al-Mumtahanah ayat 8, umat Islam diajarkan untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap non-Muslim selama mereka tidak memusuhi atau mengusir umat Islam dari tanah kelahirannya.
Baca juga:7 Anjuran Sunah Sebelum Shalat Jumat, Rugi Jika Dilewatkan
Bahkan, QS. Lukman ayat 15 mengajarkan bahwa umat Islam tetap harus berbuat baik kepada orang tua yang berbeda keyakinan, selama tidak disuruh melakukan kemusyrikan. Sikap ini menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi alasan untuk memutuskan hubungan baik antar manusia.
Muhammadiyah juga menekankan pentingnya menghormati kemuliaan manusia (karamah insaniyah). Dalam salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad memberikan penghormatan kepada jenazah seorang Yahudi dengan cara berdiri.
Pernyataan tersebut disamppaikan anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ali Yusuf.
Prinsip ini ditegaskan dalam Al-Qur’an, salah satunya di QS. Al-Maidah ayat 48, yang menyebutkan bahwa umat manusia telah diberikan kitab-kitab yang berbeda sebagai bentuk ujian untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.
Ali Yusuf memaparkan sejumlah dalil yang menjadi landasan sikap toleransi dalam Islam. Dalam QS. Al-Mumtahanah ayat 8, umat Islam diajarkan untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap non-Muslim selama mereka tidak memusuhi atau mengusir umat Islam dari tanah kelahirannya.
Baca juga:7 Anjuran Sunah Sebelum Shalat Jumat, Rugi Jika Dilewatkan
Bahkan, QS. Lukman ayat 15 mengajarkan bahwa umat Islam tetap harus berbuat baik kepada orang tua yang berbeda keyakinan, selama tidak disuruh melakukan kemusyrikan. Sikap ini menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi alasan untuk memutuskan hubungan baik antar manusia.
Muhammadiyah juga menekankan pentingnya menghormati kemuliaan manusia (karamah insaniyah). Dalam salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad memberikan penghormatan kepada jenazah seorang Yahudi dengan cara berdiri.