Usung Tema Cultural Fusion, Spotlight Indonesia Kampanyekan Inklusivitas dan Sustainability
Lusi mahgriefie
Jum'at, 20 Desember 2024 - 15:04 WIB
Lenny Agustin National Chair Indonesian Fashion Chamber (IFC)
Spotlight Indonesia di tahun ketiga pelaksanaannya, kembali membuktikan konsistensi dalam merayakan keberagaman budaya, wastra dan kerajinan Indonesia dengan konsep kebaruan, melalui fesyen kontemporer sebagai keunggulan produk fesyen Indonesia di pasar global.
Spotlight Indonesia 2024 yang telah digelar pada tanggal 12-15 Desember 2024 di Jakarta Convention Center (JCC) itu, berupaya keras mempromosikan Indonesia sebagai destinasi global, untuk produk busana siap pakai (ready-to-wear) berbasis konsep sustainability atau berkelanjutan.
Demi melestarikan budaya bangsa, perhelatan ini mengedepankan penggunaan wastra, budaya, dan sumber daya lokal serta pengerjaan tangan (handmade).
Acara fesyen kultural yang terdiri dari fashion show dan pameran, serta dilengkapi kegiatan kompetisi, workshop, talkshow, instalasi fesyen, dan lainnya ini berupaya mempertemukan dan memfasilitasi kolaborasi antara desainer, pengrajin, dan pecinta fesyen.
Dengan mengkampanyekan inklusivitas, dan sustainability sekaligus melestarikan budaya yang adaptif Spotlight Indonesia menampilkan keberagaman karya lebih dari 100 desainer dan jenama Indonesia yang mencakup formal wear, casual/street wear, men’s wear, hingga modest wear yang diharapkan turut memperkuat industri fesyen di Indonesia.
“Tahun ini, penyelenggaraan Spotlight lebih istimewa. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kami mengambil tempat di JCC sehingga dapat menampung antusiasme pelaku mode yang semakin besar dan beragam,” kata Lenny Agustin, National Chair Indonesian Fashion Chamber (IFC) dalam sambutan acara pembukaan Spotlight Indonesia 2024.
Kehadiran Spotlight selalu mengedepankan wastra dan budaya tanah air sehingga dapat menjadi ruang pamer, dan pertemuan bagi industri mode Indonesia dari hulu ke hilir.
Spotlight Indonesia 2024 yang telah digelar pada tanggal 12-15 Desember 2024 di Jakarta Convention Center (JCC) itu, berupaya keras mempromosikan Indonesia sebagai destinasi global, untuk produk busana siap pakai (ready-to-wear) berbasis konsep sustainability atau berkelanjutan.
Demi melestarikan budaya bangsa, perhelatan ini mengedepankan penggunaan wastra, budaya, dan sumber daya lokal serta pengerjaan tangan (handmade).
Acara fesyen kultural yang terdiri dari fashion show dan pameran, serta dilengkapi kegiatan kompetisi, workshop, talkshow, instalasi fesyen, dan lainnya ini berupaya mempertemukan dan memfasilitasi kolaborasi antara desainer, pengrajin, dan pecinta fesyen.
Dengan mengkampanyekan inklusivitas, dan sustainability sekaligus melestarikan budaya yang adaptif Spotlight Indonesia menampilkan keberagaman karya lebih dari 100 desainer dan jenama Indonesia yang mencakup formal wear, casual/street wear, men’s wear, hingga modest wear yang diharapkan turut memperkuat industri fesyen di Indonesia.
“Tahun ini, penyelenggaraan Spotlight lebih istimewa. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kami mengambil tempat di JCC sehingga dapat menampung antusiasme pelaku mode yang semakin besar dan beragam,” kata Lenny Agustin, National Chair Indonesian Fashion Chamber (IFC) dalam sambutan acara pembukaan Spotlight Indonesia 2024.
Kehadiran Spotlight selalu mengedepankan wastra dan budaya tanah air sehingga dapat menjadi ruang pamer, dan pertemuan bagi industri mode Indonesia dari hulu ke hilir.