Berdoa Minta Diberi Kesabaran Ternyata Kurang Baik, Begini Penjelasannya
Tim langit 7
Jum'at, 20 Desember 2024 - 16:21 WIB
Berdoa Minta Diberi Kesabaran Ternyata Kurang Baik, Begini Penjelasannya
LANGIT7.ID-Jakarta; Kesabaran bernilai separuh dari iman sehingga keberadaannya teramat sangat penting, namun berdoa meminta kesabaran sebenarnya justru tidak baik. Mengapa demikian? Karena meminta sabar atas musibah sama saja dengan meminta musibahnya terus terjadi. Dalam sebuah hadis disebutkan:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى عَلَى رَجُلٍ وَهُوَ يُصَلِّي وَهُوَ يَقُولُ فِي دُعَائِهِ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الصَّبْرَ. قَالَ: سَأَلْتَ الْبَلَاءَ فَسَلِ اللَّهَ الْعَافِيَةَ
“Sesungguhnya Rasulullah mendatangi seorang lelaki yang sedang salat. Lelaki itu berdoa dalam salatnya: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kesabaran kepada-Mu”. Rasulullah bersabda: “Engkau telah meminta musibah, maka mintalah kepada Allah keselamatan.” (HR. Ahmad)
Musibah itu datangnya dari kehendak Allah, maka hendaklah dia meminta musibah itu terangkat, bukan meminta sabar dalam menghadapinya.
Permintaan kesabaran seolah menunjukkan bahwa musibah itu adalah sesuatu yang harus terjadi tanpa bisa diintervensi oleh Allah sehingga meminta bantuan Allah untuk menghadapinya. Padahal, Allah sangat mampu mengangkat musibah itu kapan pun. Jadi, seharusnya itulah yang diminta ketika tertimpa musibah.
Allah SWT memberikan ujian bagi hamba-Nya untuk menguji keimanan dan kesabaran mereka. Sebagaimana tertulis dalam QS Al-Baqarah ayat 155:
وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَيۡءٖ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى عَلَى رَجُلٍ وَهُوَ يُصَلِّي وَهُوَ يَقُولُ فِي دُعَائِهِ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الصَّبْرَ. قَالَ: سَأَلْتَ الْبَلَاءَ فَسَلِ اللَّهَ الْعَافِيَةَ
“Sesungguhnya Rasulullah mendatangi seorang lelaki yang sedang salat. Lelaki itu berdoa dalam salatnya: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kesabaran kepada-Mu”. Rasulullah bersabda: “Engkau telah meminta musibah, maka mintalah kepada Allah keselamatan.” (HR. Ahmad)
Musibah itu datangnya dari kehendak Allah, maka hendaklah dia meminta musibah itu terangkat, bukan meminta sabar dalam menghadapinya.
Permintaan kesabaran seolah menunjukkan bahwa musibah itu adalah sesuatu yang harus terjadi tanpa bisa diintervensi oleh Allah sehingga meminta bantuan Allah untuk menghadapinya. Padahal, Allah sangat mampu mengangkat musibah itu kapan pun. Jadi, seharusnya itulah yang diminta ketika tertimpa musibah.
Allah SWT memberikan ujian bagi hamba-Nya untuk menguji keimanan dan kesabaran mereka. Sebagaimana tertulis dalam QS Al-Baqarah ayat 155:
وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَيۡءٖ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ