Rahasia Menguatkan Hafalan Al-Qur’an dari Lupa
Muhajirin
Ahad, 19 September 2021 - 06:05 WIB
Ilustrasi dua muslim cilik tenagh menguji tingkat hafalan Al Quran. Foto: Langit7.id/iStock
Ustadz Adi Hidayat membeberkan rahasia menguatkan hafalan Al-Qur’an. Jika seseorang ingin menemukan tipikal yang istimewa dalam hafalan, setidaknya ada dua langkah yang perlu dilakukan.
Pertama, meluruskan niat. Secara etimologis, niat berarti al-qasdu (bermaksud), al-azimah (tekad), al-iradah (keinginan), dan al-himmah (menyengaja). Secara terminologis, niat adalah keinginan seseorang dalam melakukan sesuatu atau pekerjaan tertentu, atau adanya maksud tertentu lalu diikuti dengan mengerjakannya.
UAH menjelaskan, jika seseorang belajar hanya sekadar ingin mendapatkan dunia, maka dunia dicapai, ilmu pun bisa berkurang. Maka itu, sejak awal niat harus diperbaiki agar mengungerahi keberkahan dalam ilmu tersebut.
“Kalau kita ingin mendapatkan ilmu yang terus menempel, melekat, dan tidak hilang dari dalam jiwa, maka titipkan dan niatkan untuk yang tidak pernah punya batasan, yaitu Allah Ta’ala,” kata UAH, dikutip dari kanal youtube Al-Akhyar TV, Sabtu (18/9/2021).
Baca Juga:6 Tips Mudah Hafalkan Al Quran, No 5 Jadi Ujian Mutlak
Maka itu, jika seseorang ingin belajar atau melakukan sesuatu, maka niat harus diluruskan hanya untuk mencari keridhaan Allah Ta’ala. Kedua, kesungguhan. Orang yang bersungguh-sungguh (mujahadah) adalah orang yang mengerahkan segala kemampuan yang ia miliki untuk mencapai tujuan atau cita-cita.
UAH lalu memberikan empat kiat bersungguh-sungguh dalam belajar. Pertama, berdoa. Berdoa berarti memohon. Alah Ta’ala adalah pemilik segala ilmu. Maka itu, berdoa sebelum belajar merupakan hal yang wajib bagi seorang penghafal Al-Qur’an. Kedua, menulis. Dalam belajar, seorang harus menulis setiap yang disampaikan guru, agar ilmu mudah dihafal, diingat, dan dipahami.
Pertama, meluruskan niat. Secara etimologis, niat berarti al-qasdu (bermaksud), al-azimah (tekad), al-iradah (keinginan), dan al-himmah (menyengaja). Secara terminologis, niat adalah keinginan seseorang dalam melakukan sesuatu atau pekerjaan tertentu, atau adanya maksud tertentu lalu diikuti dengan mengerjakannya.
UAH menjelaskan, jika seseorang belajar hanya sekadar ingin mendapatkan dunia, maka dunia dicapai, ilmu pun bisa berkurang. Maka itu, sejak awal niat harus diperbaiki agar mengungerahi keberkahan dalam ilmu tersebut.
“Kalau kita ingin mendapatkan ilmu yang terus menempel, melekat, dan tidak hilang dari dalam jiwa, maka titipkan dan niatkan untuk yang tidak pernah punya batasan, yaitu Allah Ta’ala,” kata UAH, dikutip dari kanal youtube Al-Akhyar TV, Sabtu (18/9/2021).
Baca Juga:6 Tips Mudah Hafalkan Al Quran, No 5 Jadi Ujian Mutlak
Maka itu, jika seseorang ingin belajar atau melakukan sesuatu, maka niat harus diluruskan hanya untuk mencari keridhaan Allah Ta’ala. Kedua, kesungguhan. Orang yang bersungguh-sungguh (mujahadah) adalah orang yang mengerahkan segala kemampuan yang ia miliki untuk mencapai tujuan atau cita-cita.
UAH lalu memberikan empat kiat bersungguh-sungguh dalam belajar. Pertama, berdoa. Berdoa berarti memohon. Alah Ta’ala adalah pemilik segala ilmu. Maka itu, berdoa sebelum belajar merupakan hal yang wajib bagi seorang penghafal Al-Qur’an. Kedua, menulis. Dalam belajar, seorang harus menulis setiap yang disampaikan guru, agar ilmu mudah dihafal, diingat, dan dipahami.