home masjid

Nabi Isa dari Sudut Pandang Yahudi, Kristen dan Islam

Ahad, 22 Desember 2024 - 15:43 WIB
Nabi Isa dari Sudut Pandang Yahudi, Kristen dan Islam
LANGIT7.ID-Jakarta; Nabi Isa as dari sudut pandang Yahudi, Kristen, dan Islam tidaklah sama. Bagi Yahudi, misalnya, Nabi Isa adalah orang Yahudi. Beliau keturunan Bani Israil. Dia juga hidup di tengah-tengah komunitas Yahudi. Hanya saja, para pemeluk Yahudi memandang, Nabi Isa bukanlah Nabi, melainkan juru selamat palsu. Al Masih, atau yang dibasuh, merupakan gelar agung yang hanya diperuntukkan untuk Nabi Isa.

Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan, kata Al Masih sebagai gelar dari Isa anak Maryam adalah kalimat Ibrani yang di-Arabkan. Asal katanya ialah Masyika, yang asal artinya ialah yang diurapi dengan minyak.

Namun kemudian diberikan menjadi gelar kemuliaan bagi raja yang sudah dinobatkan. Sebab tiap-tiap raja yang dinobatkan (dikukuhkan sebagai raja), terlebih dahulu diurapi (diperciki) badannya dengan minyak suci oleh Kahin (pendeta).

Menurut kepercayaan Bani Israil, setelah raja-raja mereka yang besar seperti Daud dan Sulaiman mangkat, satu kali akan datang lagi Al Masih Raja Besar mereka yang kemudian akan mendirikan kerajaan kembali. Setelah beberapa lama kemudian, Nabi Isa anak Maryam AS, diutus sebagai nabi. Beliau diberikan gelar Al Masih yang berarti raja itu.

Buya Hamka menjelaskan bahwa pemberian gelar Al Masih kepada Nabi Isa AS oleh Allah SWT adalah sebagai kedudukan seorang ‘raja’ yang memperbaiki jiwa yang telah rusak. Namun demikian, orang-orang Yahudi tidak ingin mempercayai sebab mengganggu kedudukan mereka yang telah kokoh dalam masyarakat.

Sehingga Nabi Isa AS mereka fitnahkan kepada penguasa Kerajaan Romawi yang menguasai Yerusalem saat itu, dan mereka berkonspirasi agar Nabi Isa AS dibunuh saja.

Puncak dari kekesalan Yahudi adalah disalibnya Nabi Isa atas keputusan hakim Pontius Pilatus pada masa kekaisaran Romawi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya