home masjid

Kisah Khalifah Sulaiman Bertanya kepada Salamah bin Dinar: Mengapa Kita Membenci Kematian?

Senin, 23 Desember 2024 - 05:00 WIB
Kisah Khalifah Sulaiman Bertanya kepada Salamah bin Dinar: Mengapa Kita Membenci Kematian?
LANGIT7.ID-Jakarta; Sulaiman bin Abdul-Malik (674 - 717) adalah khalifah yang berkuasa dari Februari 715 sampai mangkatnya pada September 717. Dia menjadi khalifah sepeninggal kakak kandungnya, Al-Walid. Sulaiman berasal dari Bani Umayyah cabang Marwani.

Pada masa kekuasaannya, Sulaiman melucuti jabatan lawan-lawan politiknya, terkhusus mereka yang dulu bersekutu dengan Al-Hajjaj bin Yusuf, panglima Umayyah yang terkenal akan kekerasannya.

Dia juga menghidupkan kembali upaya penaklukan Konstantinopel. Peran Sulaiman dalam sejarah terbayang-bayangi oleh reputasi penerusnya, Umar bin Abdul Aziz, yang kerap mendapat sorotan oleh sejarawan Muslim.

Dr Abdurrahman Ra’at Basya dalam bukunya berjudul "Mereka adalah Para Tabi’in" menceritakan pada tahun 97 H, Khalifah Sulaiman bersiap-siap mengadakan perjalanan menuju ad-Diyar al-Muqaddasah --tempat-tempat suci; Mekkah dan Madinah -- memenuhi panggilan Abul Anbiya Nabi Ibrahim AS. Unta-untanya melaju dengan cepat dari Damaskus ibukota Bani Umayyah menuju Madinah Munawwarah.

Kerinduan untuk salat di Raudlah yang suci juga kerinduan untuk mengajukan salam kepada Rasulullah SAW telah memenuhi jiwanya.

Para Qurra (ahli qira`at), Muhaddits (ahli hadits ), Fuqaha (ahli fiqih), ulama , Umara (para pemimpin) dan para panglima memenuhi rombongan khalifah.

Tatkala beliau sampai di Madinah Munawwarah dan tinggal di sana, orang-orang terhormat menghampirinya untuk mengucapkan salam dan menyambutnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya