KH Mustofa Bisri: Ajaran Rasulullah Itu Sangat Manusiawi
Tim langit 7
Selasa, 24 Desember 2024 - 08:15 WIB
Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh Rembang, KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus)
KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) mengatakan ajaran Rasulullah itu sangat manusiawi. Minimal saat seorang mengaplikasikan sifat kemanusiaannya berarti ia telah mengamalkan ajaran Rasulullah.
Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh Rembang, Jawa Tengah menyebutkan sejumlah ajaran Rasulullah antara lain menyembah yang menciptakan, menghormati yang tua, menyayangi yang muda, memuliakan istri, dan berbuat baik kepada tetangga.
“Bahkan saya berani mengatakan, kalau ada ajaran ketika manusia umumnya tidak bisa melakukannya, itu jelas bukan dari Rasulullah,” jelas Gus Mus dikutip dari NU Online.
Gus Mus mencontohkan, jika ada ajaran dari seseorang yang menyuruh berpuasa dua hari dua malam tanpa sahur dan berbuka agar selamat dunia akhirat, meskipun yang mengajak kiai, ustadz atau gus, maka itu bukanlah ajaran Rasulullah.
Baca juga:Pelajaran di Balik Kisah Nabi Muhammad SAW Menikahi Mantan Istri Anak Angkat
“Karena itu tidak wajar,” lanjutnya. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu kemudian mengutip sebuah hadits yang berbunyi idza amartukum bi amrin fa'tu minhu mastatha'tum (kalau aku perintahkan kepadamu sesuatu, laksanakan semampumu).
Gus Mus menegaskan bahwa ajaran Rasululah itu mempermudah, bukan mempersulit. Allah pun berfirman, ittaqullaha mastatha'tum (bertakwalah kepada Allah semampumu).
Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh Rembang, Jawa Tengah menyebutkan sejumlah ajaran Rasulullah antara lain menyembah yang menciptakan, menghormati yang tua, menyayangi yang muda, memuliakan istri, dan berbuat baik kepada tetangga.
“Bahkan saya berani mengatakan, kalau ada ajaran ketika manusia umumnya tidak bisa melakukannya, itu jelas bukan dari Rasulullah,” jelas Gus Mus dikutip dari NU Online.
Gus Mus mencontohkan, jika ada ajaran dari seseorang yang menyuruh berpuasa dua hari dua malam tanpa sahur dan berbuka agar selamat dunia akhirat, meskipun yang mengajak kiai, ustadz atau gus, maka itu bukanlah ajaran Rasulullah.
Baca juga:Pelajaran di Balik Kisah Nabi Muhammad SAW Menikahi Mantan Istri Anak Angkat
“Karena itu tidak wajar,” lanjutnya. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu kemudian mengutip sebuah hadits yang berbunyi idza amartukum bi amrin fa'tu minhu mastatha'tum (kalau aku perintahkan kepadamu sesuatu, laksanakan semampumu).
Gus Mus menegaskan bahwa ajaran Rasululah itu mempermudah, bukan mempersulit. Allah pun berfirman, ittaqullaha mastatha'tum (bertakwalah kepada Allah semampumu).