Masjidil Haram Dalam Renovasi Besar
Tim langit 7
Kamis, 26 Desember 2024 - 18:46 WIB
Masjidil Haram Dalam Renovasi Besar
Oleh: Nurkhamid Alfi
(Chief Representative Zelan Group Malaysia 2004 - 2018/ Alumnus UMS Solo)
LANGIT7.ID-Jakarta;Saya dan keluarga harus berterimakasih kepada Al Hijaz Tour & Travel atas penyelenggaraan Umrah yang baik dan syar'i. Pernyataan ini bukan hanya dari saya dan keluarga semata. Saya baca di WAG, seluruh jama'ah menyatakan kepuasannya atas penyelenggaraan umrah ini. Kami semua khusu' beribadah dengan fasilitas yang memadai.
Memang ada hambatan-hambatan, khususnya ketika berada di Masjidil Haram. Hal ini lebih disebabkan karena Masjidil Haram dalam proses renovasi besar-besaran. Sehingga wajar jika ada suara sedikit gaduh. Atau rute jalan yang musti memutar, dan lain sebagainya. Termasuk halangan "tawaf mandiri" karena ada pembatasan jama'ah yang masuk Mataf untuk mengerjakan tawaf. Hanya bagi jama'ah yang mengenakan ihram saja yang boleh masuk pelataran Ka'bah. Selain itu tidak diperkenankan.
Renovasi besar-besaran ini dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi dalam rangka meningkatkan jumlah jama'ah Haji dan Umrah sebesar 30 juta per tahun dari 13,5 juta di tahun 2023 kemarin. Renovasi ini harus sudah selesai di tahun 2030. Rencana ini masuk dalam visi 2030 Pemerintah Arab Saudi. Tentu harus dimaklumi adanya ketidaknyamanan atas pengaturan jama'ah yang berubah-ubah, sampai tahun dimana renovasi selesai seratus persen.
Nantinya, kapasitas tawaf dan sa'i akan meningkat. Dari sekitar 75 ribu jama'ah akan naik menjadi 130 ribu setiap jamnya. Fasilitas tawaf dan sa'i ada empat tingkat. Bahkan untuk tingkat atas akan dilengkapi dengan infrastruktur modern: eskalator mendatar atau biasa disebut travelor atau moving walkway. Sehingga jama'ah hanya diam ditempat, sementara travelor akan bergerak berputar. Agaknya, ini secara Usul Fiqih meng-qiyas-kan dengan tawaf berkendara Onta seperti yang pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW.
Dari laman Middle East Economy, total anggaran untuk renovasi mencapai 100 milyar USD (sekitar Rp.1.550 triliun). Oleh sebab itu, Masjidil Haram adalah bangun yang dibikin manusia paling mahal di dunia. Pada tahun 2030 nanti, Masjidil Haram mampu menampung sampai 4 juta jama'ah.
(Chief Representative Zelan Group Malaysia 2004 - 2018/ Alumnus UMS Solo)
LANGIT7.ID-Jakarta;Saya dan keluarga harus berterimakasih kepada Al Hijaz Tour & Travel atas penyelenggaraan Umrah yang baik dan syar'i. Pernyataan ini bukan hanya dari saya dan keluarga semata. Saya baca di WAG, seluruh jama'ah menyatakan kepuasannya atas penyelenggaraan umrah ini. Kami semua khusu' beribadah dengan fasilitas yang memadai.
Memang ada hambatan-hambatan, khususnya ketika berada di Masjidil Haram. Hal ini lebih disebabkan karena Masjidil Haram dalam proses renovasi besar-besaran. Sehingga wajar jika ada suara sedikit gaduh. Atau rute jalan yang musti memutar, dan lain sebagainya. Termasuk halangan "tawaf mandiri" karena ada pembatasan jama'ah yang masuk Mataf untuk mengerjakan tawaf. Hanya bagi jama'ah yang mengenakan ihram saja yang boleh masuk pelataran Ka'bah. Selain itu tidak diperkenankan.
Renovasi besar-besaran ini dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi dalam rangka meningkatkan jumlah jama'ah Haji dan Umrah sebesar 30 juta per tahun dari 13,5 juta di tahun 2023 kemarin. Renovasi ini harus sudah selesai di tahun 2030. Rencana ini masuk dalam visi 2030 Pemerintah Arab Saudi. Tentu harus dimaklumi adanya ketidaknyamanan atas pengaturan jama'ah yang berubah-ubah, sampai tahun dimana renovasi selesai seratus persen.
Nantinya, kapasitas tawaf dan sa'i akan meningkat. Dari sekitar 75 ribu jama'ah akan naik menjadi 130 ribu setiap jamnya. Fasilitas tawaf dan sa'i ada empat tingkat. Bahkan untuk tingkat atas akan dilengkapi dengan infrastruktur modern: eskalator mendatar atau biasa disebut travelor atau moving walkway. Sehingga jama'ah hanya diam ditempat, sementara travelor akan bergerak berputar. Agaknya, ini secara Usul Fiqih meng-qiyas-kan dengan tawaf berkendara Onta seperti yang pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW.
Dari laman Middle East Economy, total anggaran untuk renovasi mencapai 100 milyar USD (sekitar Rp.1.550 triliun). Oleh sebab itu, Masjidil Haram adalah bangun yang dibikin manusia paling mahal di dunia. Pada tahun 2030 nanti, Masjidil Haram mampu menampung sampai 4 juta jama'ah.