Toyota dan Raksasa Otomotif AS Sumbang Dana Fantastis untuk Pelantikan Trump 2024
Nabil
Kamis, 26 Desember 2024 - 22:37 WIB
Toyota dan Raksasa Otomotif AS Sumbang Dana Fantastis untuk Pelantikan Trump 2024
LANGIT7.ID-Jakarta; Kabar mengejutkan datang dari tiga raksasa otomotif AS. Toyota Amerika Utara, Ford, dan General Motors (GM) sama-sama menyumbang dana sebesar Rp15,7 miliar untuk acara pelantikan Donald Trump. Tidak hanya uang, Ford dan GM bahkan menyiapkan armada mobil untuk acara yang akan digelar 20 Januari mendatang.
Jim Farley selaku CEO Ford menyampaikan harapan besarnya kepada Trump. Dia yakin presiden terpilih AS ini akan membantu perusahaan mobil tradisional yang sedang kesulitan menjual mobil listrik. "Ford punya peran penting dalam perekonomian dan industri manufaktur AS. Jadi pemerintahan Trump pasti akan mendengar masukan dari kami," jelasnya kepada Reuters.
Baca juga: Toyota Astra Motor Ungkap Strategi Ambisius Hadapi Revolusi Mobil Listrik di Indonesia
Senada dengan Farley, CEO GM Mary Barra juga optimis bisa bekerja sama dengan Trump. "Kami sama-sama ingin ekonomi AS kuat. Kami juga ingin industri manufaktur di negara ini berkembang. Kami sepakat lapangan kerja otomotif itu penting. Masih banyak hal yang bisa kami kerjakan bersama," ungkapnya.
Tim Trump sendiri sudah menyiapkan rencana memangkas insentif dan dana pengembangan mobil listrik. Padahal kebijakan ini justru menguntungkan Ford. Trump juga berencana menaikkan tarif impor dari Meksiko dan Kanada. Hal ini bisa membuat pasar mobil listrik AS semakin tertinggal.
Reuters melaporkan Trump berhasil mengumpulkan dana pelantikan terbesar sepanjang sejarah AS. Totalnya mencapai Rp1,6 triliun, jauh melampaui Joe Biden yang hanya mengumpulkan Rp971 miliar untuk pelantikannya tahun 2021.
Jim Farley selaku CEO Ford menyampaikan harapan besarnya kepada Trump. Dia yakin presiden terpilih AS ini akan membantu perusahaan mobil tradisional yang sedang kesulitan menjual mobil listrik. "Ford punya peran penting dalam perekonomian dan industri manufaktur AS. Jadi pemerintahan Trump pasti akan mendengar masukan dari kami," jelasnya kepada Reuters.
Baca juga: Toyota Astra Motor Ungkap Strategi Ambisius Hadapi Revolusi Mobil Listrik di Indonesia
Senada dengan Farley, CEO GM Mary Barra juga optimis bisa bekerja sama dengan Trump. "Kami sama-sama ingin ekonomi AS kuat. Kami juga ingin industri manufaktur di negara ini berkembang. Kami sepakat lapangan kerja otomotif itu penting. Masih banyak hal yang bisa kami kerjakan bersama," ungkapnya.
Tim Trump sendiri sudah menyiapkan rencana memangkas insentif dan dana pengembangan mobil listrik. Padahal kebijakan ini justru menguntungkan Ford. Trump juga berencana menaikkan tarif impor dari Meksiko dan Kanada. Hal ini bisa membuat pasar mobil listrik AS semakin tertinggal.
Reuters melaporkan Trump berhasil mengumpulkan dana pelantikan terbesar sepanjang sejarah AS. Totalnya mencapai Rp1,6 triliun, jauh melampaui Joe Biden yang hanya mengumpulkan Rp971 miliar untuk pelantikannya tahun 2021.