home masjid

Keinginan Khalid bin Walid Syahid di Medan Perang yang Tak Terkabul

Kamis, 02 Januari 2025 - 04:50 WIB
Keinginan Khalid bin Walid Syahid di Medan Perang yang Tak Terkabul
LANGIT7.ID-Jakarta;Khalid bin Walid adalah panglima perang Islam berjuluk Saifullah Almaslul (pedang Allah yang terhunus). Beliau sudah ratusan kali turun dalam pertempuran. Konon tubuhnya memiliki 70 sayatan lebih. Toh begitu, ia tidak syahid di medan perang.

Khalid bin Walid meninggal secara wajar: di tempat tidur. Ia wafat pada 21 Hijriyah. "Aku telah mengikuti perang ini dan itu, sampai-sampai pada tubuhku tidak ada tempat sejengkal pun melainkan terdapat bekas sayatan pedang, tusukan tombak, dan luka akibat terkena panah. Kini aku akan meninggal di atas tempat tidurku secara wajar, sebagaimana matinya seekor unta. Maka dari itu, mata para pengecut tidak akan terpejam," ujar Khalid bin Walid menjelang wafatnya.

Pernyataan Khalid bin Walid ini dinukil Buku berjudul "Inilah Faktanya" karya Utsman bin Muhammad al-Khamis.

Khalid bin Walid sebagaimana dinukilkan dari kitab Al-Bidayah wa An-Nihayah, juga pernah menyatakan, "Malam saat aku dihadiahi seorang pengantin atau malam ketika aku mendengar kabar gembira dengan lahirnya seorang anakku, semua tidak lebih aku sukai dibanding tatkala berada di tengah pasukan Muhajirin pada malam yang dingin sedingin es, demi menunggu saat-saat untuk menyerang musuh esok paginya."

Kebal Racun

Khalid bin Walid merupakan panglima perang yang ahli dalam strategi militer. Di bawah kepemimpinan militernya jazirah Arab bersatu dalam kekhalifahan.

Selama memimpin pasukan muslim, Khalid telah ikut lebih dari 100 pertempuran melawan kekaisaran Byzantium dan selalu menang.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya