Kisah Kaum Ad: Manusia Raksasa yang Bisa Berusia 400 Tahun, Binasa karena Diazab Allah
Miftah yusufpati
Sabtu, 04 Januari 2025 - 17:28 WIB
Kisah Kaum Ad: Manusia Raksasa yang Bisa Berusia 400 Tahun, Binasa karena Diazab Allah
LANGIT7.ID-Jakarta; Kaum `Ad adalah salah satu kaum yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Mereka termasuk dalam suku kuno yang pernah mendiami wilayah Yaman. Kaum 'ad memiliki tubuh yang besar dan kuat serta hidup dengan kaya. Mereka menyembah berhala sehingga Allah mengutus seorang nabi bernama Hud untuk mengajak mereka kembali beriman. Pengingkaran Kaum 'Ad terhadap kenabian Hud mengakibatkan pemusnahan Kaum 'Ad melalui bencana berupa kekeringan dan topan.
Allah berfirman: Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum ‘Ad saudara mereka, Hud. Dia berkata, “Hai kaumku, sembahlah Allah; sekali-kali tidak ada tuhan bagimu selain-Nya. Maka, mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?” ( QS Al-A’raaf: 65 ).
Buku “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman” karya Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas yang telah diterjemahkan oleh Abdul Halim, mengutip pendapat Ka’ab al-Ahbar mengatakan bahwa nabi yang diutus setelah Nuh AS adalah Nabi Hud AS.
Dia adalah Hud bin ‘Abdillah bin ‘Aush, salah satu anak Sam. Dia termasuk bagian dari kabilah ‘Ad. Mereka orang-orang Arab yang menempati al-Ahqaf, yaitu sebuah pegunungan pasir yang terletak di daerah Yaman antara Oman dan Hadramaut yang dekat ke laut asin.
Kabilah-kabilah ini dipimpin oleh seorang raja bernama Jalijan yang tingginya sekitar 100 siku. Oleh karena itu, ketika berdiri dia bisa menutupi matahari dari bumi, dan ketika dia meletakkan lengannya di atas sebuah gunung, dia bisa menghancurkannya dari semua sisinya.
Pemuka Tabi'in dan ahli dalam bidang sejarah, Wahab bin Munabbih, mengatakan bahwa tinggi dari postur laki-laki kaum ‘Ad adalah 100 siku dan yang paling pendeknya seukuran 60 siku. Mereka belum mencapai dewasa kecuali setelah berumur 100 tahun.
Mereka bisa mencapai umur lebih dari 400 tahun, tidak pernah terlihat orang-orang kalangan mereka yang meninggal dan belum pernah ditemukan jenazah. Ukuran kepala mereka kira-kira sebesar kubah yang besar. Mereka adalah kaum yang kejam dan menyembah berhala.
Allah berfirman: Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum ‘Ad saudara mereka, Hud. Dia berkata, “Hai kaumku, sembahlah Allah; sekali-kali tidak ada tuhan bagimu selain-Nya. Maka, mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?” ( QS Al-A’raaf: 65 ).
Buku “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman” karya Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas yang telah diterjemahkan oleh Abdul Halim, mengutip pendapat Ka’ab al-Ahbar mengatakan bahwa nabi yang diutus setelah Nuh AS adalah Nabi Hud AS.
Dia adalah Hud bin ‘Abdillah bin ‘Aush, salah satu anak Sam. Dia termasuk bagian dari kabilah ‘Ad. Mereka orang-orang Arab yang menempati al-Ahqaf, yaitu sebuah pegunungan pasir yang terletak di daerah Yaman antara Oman dan Hadramaut yang dekat ke laut asin.
Kabilah-kabilah ini dipimpin oleh seorang raja bernama Jalijan yang tingginya sekitar 100 siku. Oleh karena itu, ketika berdiri dia bisa menutupi matahari dari bumi, dan ketika dia meletakkan lengannya di atas sebuah gunung, dia bisa menghancurkannya dari semua sisinya.
Pemuka Tabi'in dan ahli dalam bidang sejarah, Wahab bin Munabbih, mengatakan bahwa tinggi dari postur laki-laki kaum ‘Ad adalah 100 siku dan yang paling pendeknya seukuran 60 siku. Mereka belum mencapai dewasa kecuali setelah berumur 100 tahun.
Mereka bisa mencapai umur lebih dari 400 tahun, tidak pernah terlihat orang-orang kalangan mereka yang meninggal dan belum pernah ditemukan jenazah. Ukuran kepala mereka kira-kira sebesar kubah yang besar. Mereka adalah kaum yang kejam dan menyembah berhala.