home edukasi & pesantren

Mahasiswa ITS Hadirkan SleepCare, Matras Cerdas Pendeteksi Sleep Apnea

Ahad, 05 Januari 2025 - 06:15 WIB
Tim SleepCare ITS berhasil membawa pulang juara II pada kategori PKM Karsa Cipta subkategori Presentasi dalam ajang Pimnas 2024
Sleep apnea menjadi gangguan tidur serius yang seringkali tidak terdeteksi dan membutuhkan alat perawatan yang kompleks sehingga kurang nyaman. Menjawab tantangan ini, tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan inovasi SleepCare, matras nonkontak pemantau sleep apnea dan kualitas tidur.

Salah satu penggagas SleepCare Mu’afa Ali Syakir menjelaskan bahwa sleep apnea merupakan gangguan tidur yang terjadi akibat terhalangnya saluran pernapasan. Kondisi ini dapat menjadi masalah serius karena menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Sayangnya, hingga saat ini alat pendeteksi sleep apnea yang sudah ada relatif mahal dan dirasa kurang nyaman bagi pengguna.

Dengan menghadirkan SleepCare, mahasiswa Departemen Teknik Biomedik ITS ini menginovasikan alat pendeteksi sleep apnea dan kualitas tidur berbasis matras yang nyaman digunakan. Dengan mengintegrasikan teknologi, alat ini mengombinasikan pemrosesan sinyal canggih dan machine learning untuk mendeteksi sleep apnea secara efektif. “Penggunaannya sangat mudah, pengguna hanya perlu berbaring di atas matras,” jelas ketua tim perancang SleepCare ini.

Lebih lanjut, Mu’afa menjelaskan bahwa sinyal fisiologis pengguna akan direkam menggunakan sensor nonkontak yang terintegrasi pada matras. Matras ini dibuat dari kain berbahan nylon silver, bahan konduktif yang dilengkapi elektroda positif dan negatif beserta ground untuk menangkap sinyal listrik jantung atau elektrokardiografi (ECG).

Setelahnya, sinyal yang ditangkap oleh sensor akan diteruskan pada sistem instrumentasi ECG untuk mengolah sinyal listrik jantung. Pada proses ini, pengolahan sinyal ECG memanfaatkan algoritma Discrete Wavelet Transform (DWT) yang akan dianalisis berdasarkan interval waktu denyut jantung, frekuensi sinyal yang ditangkap, dan pola ketidakteraturan detak jantung.

Baca juga:UN Reborn, Komisi X DPR Minta Tak Boleh Jadi Momok Siswa dan Libatkan Polisi

Tak hanya itu, SleepCare juga memanfaatkan sinyal suara mekanis jantung (PCG) yang direkam melalui sensor piezoelektrik pada matras. Dengan metode Shannon Envelope, alat ini akan mendeteksi sinyal first heart sound (S1) dan second heart sound (S2) untuk menganalisis pola detak jantung beserta variabilitasnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya