RS Indonesia Gaza Utara Berhenti Beroperasi di Tengah Konflik, 75.000 Warga Terancam
Nabil
Ahad, 05 Januari 2025 - 16:57 WIB
RS Indonesia Gaza Utara Berhenti Beroperasi di Tengah Konflik, 75.000 Warga Terancam
LANGIT7.ID-Jakarta; Kabar mengkhawatirkan datang dari Gaza Utara. Rumah Sakit Indonesia terpaksa menghentikan seluruh layanan medis akibat gempuran Israel yang tak kunjung reda. Menurut Kementerian Kesehatan setempat, kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena mengancam nyawa ribuan warga yang membutuhkan pertolongan medis.
Rumah sakit yang menjadi harapan terakhir warga Gaza Utara ini kini tidak bisa lagi merawat pasien dan korban luka-luka. Nasib RS Indonesia ini menyusul dua rumah sakit lain yang lebih dulu lumpuh, yaitu RS Kamal Adwan dan RS Beit Hanoun. Bahkan direktur RS Kamal Adwan, Husam Abu Safiya, ditangkap dan hingga kini nasibnya tidak diketahui.
"Kesehatan adalah hak dasar yang dijamin hukum," tegas Kementerian Kesehatan Gaza. Mereka meminta dunia internasional turun tangan agar Israel mengizinkan rumah sakit beroperasi kembali. Ribuan warga, termasuk anak-anak, ibu hamil, dan pasien luka berat terancam meninggal karena tidak bisa mendapat perawatan.
Baca juga: Menlu Mesir Minta AS Tekan Israel Hentikan Serangan Gaza, Korban Sipil Terus Bertambah
Organisasi Kesehatan Dunia memperingatkan ada 75.000 nyawa yang berada dalam bahaya akibat lumpuhnya layanan kesehatan di Gaza Utara.
Sementara itu, upaya perdamaian terus dilakukan. Israel dan Hamas kembali berunding di Doha, Qatar. Mereka membahas rencana gencatan senjata dan pembebasan sandera. Setidaknya 45.717 orang tewas dan 108.583 luka-luka sejak konflik pecah pada 7 Oktober 2023.
Rumah sakit yang menjadi harapan terakhir warga Gaza Utara ini kini tidak bisa lagi merawat pasien dan korban luka-luka. Nasib RS Indonesia ini menyusul dua rumah sakit lain yang lebih dulu lumpuh, yaitu RS Kamal Adwan dan RS Beit Hanoun. Bahkan direktur RS Kamal Adwan, Husam Abu Safiya, ditangkap dan hingga kini nasibnya tidak diketahui.
"Kesehatan adalah hak dasar yang dijamin hukum," tegas Kementerian Kesehatan Gaza. Mereka meminta dunia internasional turun tangan agar Israel mengizinkan rumah sakit beroperasi kembali. Ribuan warga, termasuk anak-anak, ibu hamil, dan pasien luka berat terancam meninggal karena tidak bisa mendapat perawatan.
Baca juga: Menlu Mesir Minta AS Tekan Israel Hentikan Serangan Gaza, Korban Sipil Terus Bertambah
Organisasi Kesehatan Dunia memperingatkan ada 75.000 nyawa yang berada dalam bahaya akibat lumpuhnya layanan kesehatan di Gaza Utara.
Sementara itu, upaya perdamaian terus dilakukan. Israel dan Hamas kembali berunding di Doha, Qatar. Mereka membahas rencana gencatan senjata dan pembebasan sandera. Setidaknya 45.717 orang tewas dan 108.583 luka-luka sejak konflik pecah pada 7 Oktober 2023.