LANGIT7.ID-Jakarta; Kabar mengkhawatirkan datang dari Gaza Utara. Rumah Sakit Indonesia terpaksa menghentikan seluruh layanan medis akibat gempuran Israel yang tak kunjung reda. Menurut Kementerian Kesehatan setempat, kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena mengancam nyawa ribuan warga yang membutuhkan pertolongan medis.
Rumah sakit yang menjadi harapan terakhir warga Gaza Utara ini kini tidak bisa lagi merawat pasien dan korban luka-luka. Nasib RS Indonesia ini menyusul dua rumah sakit lain yang lebih dulu lumpuh, yaitu RS Kamal Adwan dan RS Beit Hanoun. Bahkan direktur RS Kamal Adwan, Husam Abu Safiya, ditangkap dan hingga kini nasibnya tidak diketahui.
"Kesehatan adalah hak dasar yang dijamin hukum," tegas Kementerian Kesehatan Gaza. Mereka meminta dunia internasional turun tangan agar Israel mengizinkan rumah sakit beroperasi kembali. Ribuan warga, termasuk anak-anak, ibu hamil, dan pasien luka berat terancam meninggal karena tidak bisa mendapat perawatan.
Baca juga: Menlu Mesir Minta AS Tekan Israel Hentikan Serangan Gaza, Korban Sipil Terus BertambahOrganisasi Kesehatan Dunia memperingatkan ada 75.000 nyawa yang berada dalam bahaya akibat lumpuhnya layanan kesehatan di Gaza Utara.
Sementara itu, upaya perdamaian terus dilakukan. Israel dan Hamas kembali berunding di Doha, Qatar. Mereka membahas rencana gencatan senjata dan pembebasan sandera. Setidaknya 45.717 orang tewas dan 108.583 luka-luka sejak konflik pecah pada 7 Oktober 2023.
Menteri Pertahanan Israel Katz mengkonfirmasi tim negosiator mereka sudah tiba di Qatar. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga telah memberikan petunjuk detail untuk perundingan ini.
Baca juga: Somalia Bawa Isu Kemanusiaan Gaza dalam Debut di DK PBBBaca juga: Konflik Israel-Palestina Memanas, Sanksi Ekonomi Picu Ketegangan BaruNamun masih ada kendala. Hamas ingin membebaskan sandera secara bertahap, sementara Israel menuntut minimal 30 dari 100 sandera yang tersisa harus dibebaskan sekaligus.
Di tengah situasi ini, Menlu AS Antony Blinken berbicara via telepon dengan Menlu Mesir Badr Abdelatty. Mereka membahas cara mempercepat gencatan senjata dan menambah bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Ketegangan semakin meningkat setelah kelompok Houthi Yaman mengklaim berhasil menyerang pembangkit listrik Orot Rabin di selatan Haifa, Israel. Namun Israel membantah dan menyatakan berhasil menangkis serangan rudal tersebut. Kebenaran klaim kedua pihak belum bisa dipastikan. (
thenationalnews)
(lam)